History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Dubes Filipina untuk AS: Jika Perang di Selat Taiwan Pecah, Filipina Adalah Sekutu AS

  • 16 August, 2022
  • 尤繼富
Dubes Filipina untuk AS: Jika Perang di Selat Taiwan Pecah, Filipina Adalah Sekutu AS
Dubes Filipina untuk AS: Jika Perang di Selat Taiwan Pecah, Filipina Adalah Sekutu AS

(Taiwan, ROC) --- Duta Besar Filipina untuk Amerika Serikat, Jose Manuel Romualdez mengatakan, meski Filipina dan Amerika Serikat memiliki perjanjian pertahanan bersama, jika AS terlibat sengketa di Selat Taiwan, maka Filipina tidak serta merta akan dipaksa untuk turut berpartisipasi. Namun, jika perang skala besar pecah, maka Filipina akan bersekutu dengan AS.

Pada tanggal 15 Agustus 2022, Dubes Jose Manuel Romualdez hadir dalam forum virtual “Asosiasi Media Asing Filipina”. Dalam forum tersebut, ia menyampaikan, meski Filipina dan AS memiliki perjanjian pertahanan bersama (MDT), jika AS terlibat dalam sengketa di Selat Taiwan, maka Filipina tidak serta-merta dipaksa untuk berpartisipasi.

Jose Manuel Romualdez melanjutkan, Perjanjian MDT tersebut mencakup wilayah yang termasuk dalam tanggung jawab Filipina, misal Laut Filipina Barat dan Kawasan sekitarnya. Laut Filipina adalah bagian dari Laut Tiongkok Selatan yang juga diklaim oleh Filipina, dengan luas sekitar 200 mil laut yang juga menjadi Zona Ekonomi Eksklusif Filipina.

Namun demikian, jika situasinya meningkat, atau dengan kata lain terjadi perang dalam skala besar, maka Filipina akan bersekutu dengan Amerika Serikat. Sama halnya saat terjadi Perang Dunia II, di mana Filipina tergabung dalam aliansi bersama dengan AS.

Jose Manuel Romualdez mengatakan, sebagai bagian dari sekutu, maka Filipina siap melakukan tugas mereka. “Namun demikian, kami ingin mendesak seluruh teman kami, untuk menahan diri semaksimal mungkin. Karena kita paham apa yang bisa ditimbulkan dari eskalasi ini.”

Manila dan Washington menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama pada tahun 1951. Dalam perjanjian tersebut, kedua belah pihak setuju akan mengambil tindakan bersama untuk menindaklanjuti ancaman bahaya saat wilayah kedua negara diserang secara paksa.

Jose Manuel Romualdez menuturkan, wilayah geografis Filipina sangat penting, itulah sebabnya AS menyadari bahwa perjanjian kami, seperti Visiting Forces Agreement (VFA) dan Mutual Defense Treaty between the Republic of the Philippines and the United States of America (MDT) menjadi kian penting.

Jose Manuel Romualdez menambahkan, setelah krisis Ukraina -Rusia pecah, mantan Presiden Rodrigo Duterte telah memintanya untuk memberi tahu Presiden AS, Joe Biden bahwa Manila akan mempersilakan AS untuk menggunakan fasilitas yang dipunyai Filipina, jika skala pertempuran menyebar hingga ke Kawasan tersebut.

Dia percaya bahwa AS mungkin perlu menggunakan fasilitas yang terdapat di Filipina untuk mengurangi ketegangan yang terjadi di Selat Taiwan.

Jose Manuel Romualdez menyampaikan, Manila aktif mempromosikan penguatan dari Perjanjian MDT antara kedua negara.

“Saya rasa, kita akan melihat lebih banyak kemajuan perihal perjanjian ini dalam beberapa tahun mendatang,” lanjut Jose Manuel Romualdez.

Di sisi lain, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. diperkirakan akan melakukan kunjungannya ke AS pada bulan September mendatang. Presiden Ferdinand Marcos Jr. dijadwalkan akan berbicara di Majelis Umum PBB. Ini juga akan menjadi pertama kalinya bagi Presiden Ferdinand Marcos Jr. untuk memperkenalkan dirinya di hadapan Majelis Umum PBB.

Presiden Ferdinand Marcos Jr. juga direncanakan akan bertemu dengan para pengusaha untuk mendorong nilai investasi AS di Filipina.

Jose Manuel Romualdez melanjutkan, Kedutaan Filipina di AS akan mengatur pertemuan antara Presiden Ferdinand Marcos Jr. dengan Presiden Joe Biden di Washington. Menteri Pertahanan yang ditunjuk oleh Presiden Ferdinand Marcos Jr. juga akan melakukan perjalanan ke Washington dalam beberapa bulan mendatang, guna membahas patroli bersama AS di Laut Tiongkok Selatan dan modernisasi militer Filipina.

Komentar

Terbarumore