(Taiwan, ROC) -- Tahun ini Singapura menjadi negara kepemimpinan bergilir dari Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership/CPTPP), pejabat Kementerian Perindustrian dan Perdagangan hari ini (11/8) mengemukakan, rapat anggota komite pelaksana CPTPP yang akan berlangsung Oktober mendatang akan memasukan pembahasan pengajuan menjadi anggota dan pelaksanaan perjanjian serta lainnya; tengah melakukan penelitian dengan seksama untuk pengembangan bagi negara yang telah mengajukan permohonan menjadi anggota.
Inggris yang mengajukan permohonan menjadi negara anggota CPTPP pada Februari 2021, sedangkan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Taiwan dan Ekuador mengajukan permohonan keanggotaan pada paruh akhir than kemarin, perkembangan terkait dari permohonan menjadi perhatian.
Tahun ini Singapura menjadi Negara Pemimpin Bergilir CPTPP, sempat mengelar rapat virtual dengan pejabat senior negara anggota CPTPP pada Februari 2022 lalu. Pada saat itu Kementerian Perindustrian dan Perdagangan mengemukakan, terdapat pertukaran pendapat tentang keanggotaan, dan kembali mempertimbangkan untuk menaikan standar yang harus dipenuhi untuk menjadi anggota .
Mengenai waktu dan topik yang akan dibahas dalam rapat komite pelaksana CPTPP, Sekjen Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Singapura Lin Ming-liang hari ini dalam jumpa pers laporan perekonomian Singapura secara online mengemukakan, rapat komite pelaksana akan berlangsung pada Oktober mendatang, tetapi hal ini masih akan dipastikan lagi.
Saat ini CPTPP memiliki 11 negara anggota yaitu Jepang, Kanada, Vietnam, Selandia Baru, Singapura, Meksiko, Peru, Brunei Darussalam, Chile, dan Malaysia.