(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 1 Agustus 2022, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken hadir dalam sebuah rapat di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dalam rapat tersebut, Menlu Antony Blinken menyampaikan, jika otoritas RRT menciptakan semacam krisis atau meningkatkan ketegangan di kala kunjungan Ketua DPR Nancy Pelosi ke Taiwan, maka Beijing akan memikul tanggung jawab secara penuh.
Menlu Antony Blinken menambahkan, bahwa Ketua DPR dan anggota kongres AS juga sudah pernah berkunjung ke Taiwan sebelumnya.
Media Voice of America (VOA) menyampaikan, dalam sebuah Konferensi PBB perihal " Perjanjian Nonproliferasi Senjata Nuklir" yang diselenggarakan di New York, Menlu Antony Blinken menyampaikan pendapatnya tentang kunjungan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi ke Taiwan.
Menlu Antony Blinken menyampaikan, "Pertama-tama, Ketua DPR memutuskan sendiri apakah akan mengunjungi Taiwan. Kongres adalah lembaga pemerintahan independen dan setara. Ini sepenuhnya adalah keputusan Ketua DPR sendiri."
Menlu Antony Blinken menekankan, "Ini sudah pernah dilakukan sebelumnya. Dengan kata lain, Ketua DPR AS sebelumnya juga pernah bertandang ke Taiwan, begitu juga dengan anggota kongres, tidak terkecuali untuk tahun ini. Jika Ketua DPR memutuskan untuk berkunjung ke Taiwan, dan RRT mencoba untuk menciptakan krisis atau meningkatkan ketegangan, maka Beijing harus bertanggung jawab secara penuh. Jika Ketua DPR AS memutuskan untuk tetap berkunjung ke Taiwan, maka kami mengharapkan tim delegasi mereka dapat bertindak secara bertanggung jawab dan tidak terlibat dalam eskalasi selanjutnya."
Pada hari yang sama, Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih AS, John Kirby juga menekankan bahwa Kongres adalah lembaga yang independen. John Kirby kembali menekankan bahwa tidak ada perubahan terhadap "Kebijakan Satu Tiongkok" yang diakui oleh AS.