(Taiwan, ROC) - Seiring meredanya perjangkitan COVID-19 di Taiwan, sekelompok pelaku usaha agen perjalanan Jepang tiba di Taiwan pada hari Minggu, menjadi grup wisata asing pertama yang melakukan perjalanan persiapan ke Taiwan sejak pengendalian perbatasan diberlakukan lebih dari dua tahun lalu.
Kelompok beranggotakan 25 orang itu tiba melalui dua penerbangan dan menjalani tes PCR COVID-19 setibanya di Bandara Internasional Taoyuan sebelum berangkat ke hotel tempat mereka menginap untuk menunggu hasil tes.
Para pengunjung tersebut merupakan kelompok warga negara asing pertama yang memasuki Taiwan untuk tujuan pariwisata sejak Taiwan melarang kedatangan semua warga negara asing pada 19 Maret 2020, kecuali mereka yang memiliki sertifikat kependudukan atau izin masuk khusus untuk tujuan selain pariwisata.
Di bawah program khusus, kelompok tersebut dibebaskan dari prokes karantina "3+4" saat ini yang mengharuskan kedatangan untuk menyelesaikan isolasi tiga hari diikuti dengan empat hari pengendalian kesehatan mandiri.
Menurut Biro Pariwisata di bawah Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC), anggota rombongan akan mengunjungi Taipei 101; Jiufen, sebuah desa pertambangan tua di New Taipei; lokasi bekas toko kimono di Keelung yang dibuka oleh kakek buyut Perdana Menteri Jepang Kishida Fumio; dan Pulau Heping di Keelung.
Mereka juga akan mengelilingi Taipei di atas bus restoran wisata bertingkat, dan mengunjungi Gedung Memorial Sun Yat-sen di Taipei, yang akan menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Festival Lentera Taiwan 2023.
Selain itu, para pelaku usaha agen perjalanan Jepang akan bertemu dengan para agen tur lokal dan pejabat Biro Pariwisata sebelum kembali ke Jepang pada hari Rabu.
MOTC mengatakan bahwa selain grup wisata Jepang, pihaknya akan terus merencanakan kunjungan pertukaran dengan pelaku usaha agen perjalanan dari seluruh dunia, berharap dapat membuat pengaturan terlebih dahulu untuk menyambut wisatawan internasional di era pasca-COVID.
Sektor pariwisata Taiwan sangat terpukul oleh pandemi COVID-19 dan pembatasan perjalanan terkait yang diberlakukan oleh pemerintah dalam dua setengah tahun terakhir. Namun, tidak jelas kapan Taiwan akan membuka perbatasan untuk turis asing, mengingat jumlah kasus baru yang dilaporkan setiap hari masih berkisar sekitar 20.000.