(Taiwan, ROC) – Juru Bicara Badan Keamanan Nasional Gedung Putih, John Kirby pada hari Jumat tanggal 29 Juli waktu setempat menyampaikan bahwa Kepala DPR AS Nancy Pelosi berkemungkinan akan melakukan kunjungan singgah ke Taiwan. Namun pihak Amerika hingga kini masih belum melihat adanya gerak gerik kelakuan aksi militer yang hendak ditujukan kepada Taiwan. Meskipun pihak Daratan Tiongkok telah mengingatkan Amerika untuk tidak bermain api.
John Kirby memberitahukan kepada wartawan, “Kami belum menemukan tanda-tanda yang lebih nyata atau aksi yang lebih berhubunan dengan masalah Taiwan.
John Kirby sendiri juga menolak memberikan komentar berkenaan dengan apakah Taiwan akan menjadi salah satu lokasi perjalanan yang dikunjungi oleh Nancy Pelosi, tidak ada yang berani memberikan komentar, bahkan Nancy Pelosi sendiri juga enggan memberitahukannya kepada publik.
Sementara pihak Beijing sendiri juga telah menjelaskan jika kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan, kelak akan menjadi sebuah bentuk provokasi.
Pada hari Kamis tanggal 28 Juli saat Presiden Amerika Joe Biden melakukan komunikasi via telepon selama 2 jam an, Presiden Daratan Tiongkok Xi Jin-ping juga sempat menyebutkan, jika kehendak rakyat tidak boleh dilanggar, siapa yang bermain api maka akan terbakar.
Sekalipun banyak pejabat asal Amerika yang bertandang ke Yaiwan, namun selalu Behati-hati. Karena Nancy Pelosi berada pada urutan ke dua, pejabat yang dapat mewakili presiden jika presiden dalam kondisi tidak mampu menjalankan tugas, sehingga wajar saja jika kunjungan yang dilakukannya harus dipadukan dengan pesawat militer.
John Kirby mengulang bahwa apapun program yang hendak dilakukan oleh Nancy Pelosi, tetapi semua kebijakan yang ditetapkan oleh Amerika tidak akan berubah.
Sebelum melakukan kunjungan ke luar negeri, namun pihak Amerika telah berhasil menemukan sebuah pernyataan perang yang agresif, dimana hal tersebut sebenarnya tidak diperlukan sama sekali.
John Kirby melanjutkan bahwa dalam komunikasi yang digelar tanggal 28 Juli lalu, terlihat tegas, jujur dan berkata apa adanya, hal ini membuktikan jika 2 negara dengan perekonomian terbesar dunia, ditambah lagi jika kelak ke depannya masih akan ada hubungan dunia politik dan kandidat dalam pemilu, sehingga hubungan antara Amerika dan Daratan Tiongkok terbilang berada dalam kategori “Sewajarnya dan penting”.
John Kirby menambahkan jika Presiden Amerika Joe Biden berpendapat jika membuka pintu hati dalam berkomunikasi adalah sebuah keharusan yang tidak terelakkan.