(Taiwan, ROC) – Berdasarkan hasil statistik yang dirangkum oleh pemerintah Sri Lanka dan diumumkan pada hari Jumat tanggal 29 Juli lalu, disebutkan jika tingkat inflasi domestik pada bulan 7 meningkat dengan pesat, yakni mencapai 60,8%, menjadi rekor tingkat inflasi tertinggi dalam sejarahnya. Kondisi perekonomian Sri Lankaa yang sedari awal telah banyak yang menghawatirkannya, bulan Juni sebelumnya, tingkat inflasi yang dihadapi oleh mereka masih berada pada kisaran 54,6%, namun selang satu bulan kemudian, jatuh pada rekor tertinggi dalam sejarah.
Media Reuters memberitakan jika Departemen Sensus dan Statistik Sri Lanka mengeluarkan pernyataan jika indeks inflasi untuk kebutuhan pangan mencapai 90.9%.
Kondisi buruk perekonomian yang ada di Sri Lanka, memicu emosi warga penduduk, bahkan Mantan Presiden Sri Lanka Gotabaja Rajapaksa dipaksa mengundurkan diri dari jabatannya sebagai seorang presiden, dan kini Ranil Wickremesinghe, yang sebelumnya sempat menjadi perdana menteri, kini ditunjuk sebagai penganti Gotabaja Rajapaksa.
Negara Sri Lanka sendiri juga telah mengumumkan jika negaranya bangkrut, kondisi dalam negeri berada dalam waspada di semua bidang, selain itu masih harus lagi menghadapi pelanggaran perjanjian pembayaran utang. Pihaknya kini telah meminta bantuan dari negara tetangga seperti India, Daratan Tiongkok dan juga Dana Moneter Internasional (IMF) untuk bisa bersama memberikan bantuan bagi Sri Lanka.