(Taiwan, ROC) – Setelah pengalaman kemarau terbesar dalam seabad di tahun 2021, meskipun hingga saat ini situasi penyimpanan air termasuk normal, tetapi tetap terdapat risiko. Biro Pengunaan Air Kementerian Ekonomi hari ini (29/7) mengemukakan, hujan di musim semi tahun ini membuat kumulatif air yang tersimpan mencapai 50% - 90% lebih, situasi air normal, sementara cocok tanam pertanian kedua tahun ini tengah berjalan, tetapi memasuki Juni, jumlah air yang terkumulatif di bagian tengah ke utara Taiwan relatif berkurang, apalagi bagian selatan yang pengurangannya terlihat lebih jelas, seperti Waduk Shimen hanya rata-rata 63%, Waduk Zhengwen hanya berkisar 40%.
Biro Pengunaan Air Kementerian Ekonomi menyampaikan, hingga akhir Juli ini belum terlihat adanya angin taifun yang menerpa Taiwan, meskipun hal ini sama seperti 2 tahun belakangan ini angin taifun sangat jarang ke Taiwan, tetapi melihat dari situasi perubahan iklim tentu akan membawa terbentuknya angin taifun, untuk itu sudah mempersiapkan langkah antipasi dengan lintas kementerian untuk dengan membagi antipasi kemarau 1.0 dan kemarau 2.0 serta lainnya, sedapat mungkin menggunakan aliran air sungai dan sebisa mungkin mengurangi penggunaan air waduk, diharapkan datangnya hujan lebat yang biasanya datang setelah sore hari dapat mengisi penyimpanan air di waduk dengan target terpenuhi hingga Oktober mendatang.
Biro Pengunaan Air menegaskan, cocok tanam pertanian tahap kedua tahun ini tengah berjalan sehingga kebutuhan akan air bertambah, untuk itu pihaknya telah bekerja sama dengan Biro Air Pertanian untuk memperkuat pengelolaan air, pada prinsipnya mengutamakan penggunaan air dari aliran sungai, dan penggunaan air disesuaikan dengan turunnya hujan untuk memastikan agar cocok tanam pertanian dapat berjalan lancar.