(Taiwan, ROC) – Perang antara Rusia dan Ukraina telah terjadi selama hampir 5 bulan lamanya, dan saat ini kedua tentara terus berperang di bagian timur dan selatan Ukraina. Guna membantu Ukraina, selain menyumbangkan uang dan materi, Taiwan juga membantu pelajar-pelajar Ukraina untuk datang menempuh pendidikan di Taiwan. Perdana Menteri Taiwan, Su Tseng-chang (蘇貞昌) pada hari ini (22/7) menerima kedatangan perwakilan pelajar Ukraina yang datang untuk menempuh pendidikan di Taiwan di auditorium Yuan Eksekutif, serta memahami kondisi belajar para pelajar Ukraina di Taiwan.
PM Su mengemukakan, Ukraina adalah negara yang hebat. Meskipun berjarak 8.000 km dari Taiwan, namun karena Taiwan dan Ukraina menyetujui perdamaian, kebebasan, demokrasi, serta hak asasi manusia, jadi “kami berjarak 0 km”. PM Su menambahkan, Taiwan dan Ukraina memiliki situasi yang sama, selain memiliki sejarah dan budaya yang sama serta mencintai perdamaian dan kebebasan, juga sama-sama memiliki tetangga yang kuat dan brutal yang selalu ingin menyerang tetangga yang lain dengan menggunakan kekuatan militer, sehingga Taiwan dan Ukraina harus lebih dapat saling peduli, serta membantu satu sama lain.
PM Su Tseng-chang (蘇貞昌) menyampaikan, Ukraina saat ini tengah menderita kemalangan. Perang adalah kerusakan terbesar bagi perdamaian, dan juga merupakan hambatan terbesar bagi kemakmuran ekonomi serta kemampuan masyarakat untuk dapat saling berkomunikasi satu sama lain. Sejak perang terjadi, pemerintah dan masyarakat Taiwan sangat memperdulikan Ukraina, tidak hanya telah menyumbangkan dana lebih dari US$ 45 juta, tetapi juga telah mendonasikan lebih dari 600 ton perbekalan kesehatan yang telah dikirim ke Ukraina atau negara-negara di sekitarnya. PM Su Tseng-chang (蘇貞昌) mengatakan, “Situasi di Ukraina membuat kita merasa jika sangatlah perlu untuk dapat saling peduli dan saling membantu. Di bawah kepemimpinan Volodymyr Zelenskyy yang begitu teguh melawan agresi Rusia, membuat kami begitu kagum, dan kami juga bersedia untuk melakukan yang terbaik guna mendukung Ukraina.”
Perwakilan pelajar Ukraina di Taiwan, Anna Fursyk menyampaikan, dirinya mewakili pelajar Ukraina mengucapkan terima kasih yang tulus kepada masyarakat Taiwan yang bersahabat, berterima kasih kepada Taiwan yang mengulurkan tangan membantu Ukraina di masa yang sulit seperti ini. Dia berterima kasih kepada Taiwan atas posisi yang menentang perang, karena dukungan Taiwan sangatlah penting bagi Ukraina, “Bagaimanapun, perang tidak memiliki tempat di abad ke-21.”
Menteri Pendidikan Pan Wen-chung (潘文忠) menuturkan, setelah perang Rusia dan Ukraina pecah, Kementerian Pendidikan (MOE) dan Academia Sinica telah membentuk satu unit dengan total 8 universitas menyediakan sebanyak 281 tempat bagi pelajar Ukraina untuk datang belajar di Taiwan. Saat ini terdapat 27 pelajar Ukraina yang telah tiba di berbagai universitas di Taiwan, dan masih ada banyak pelajar yang terus mengajukan permohonan visa pelajar, guna datang ke Taiwan untuk menimba ilmu.
Selain menyambut pelajar Ukraina untuk datang belajar di Taiwan, PM SU tidak hanya bertemu langsung dengan perwakilan pelajar Ukraina, tetapi juga memberikan mangga kering, nastar nanas, kue matahari, pin teh boba, kantong belanja khas Taiwan, serta makanan-makanan kecil dan cendera mata dari seluruh penjuru negeri. PM Su juga belajar bahasa Ukraina seperti “Apa kabar semuanya”, dan “Terima kasih” dari siswa Ukraina. PM Su juga merekomendasikan kampung halamannya di Pingtung, serta berharap mereka dapat meluangkan waktu sehabis jam sekolah untuk berkeliling di penjuru Taiwan dan merasakan antusiasme masyarakat Taiwan.