(Taiwan, ROC) --- Wakil Ketua Parlemen Eropa, Nicola Beer melakukan kunjungannya ke Taiwan pada tanggal 19 Juli 2022. Saat ditemui ketika mendarat di Bandara Internasional Taoyuan, ia menyampaikan, nilai demokrasi dan kebebasan yang dimiliki Taiwan adalah model panutan dunia. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk berdiri bersama dengan Taiwan. Taiwan dan Eropa adalah satu keluarga di barisan pendukung demokrasi kebebasan.
Dengan menumpangi pesawat China Airlines dengan nomor penerbangan CI-62, Wakil Ketua Parlemen Eropa, Nicola Beer terbang dari Frankfurt Jerman menuju Taoyuan. Pesawat yang ditumpanginya tersebut mendarat di bandara internasional Taoyuan pada pukul 07:54 Selasa pagi. Kedatangannya disambut dengan hangat oleh Wakil Menteri Luar Negeri (MOFA), Tien Chung-kwang (田中光) yang juga datang menjemput di bandara.
Nicola Beer menambahkan, kali ini ia mengemban status resminya sebagai Wakil Ketua Parlemen Eropa datang mengunjungi Taiwan. Kepada Tien Chung-kwang, Nicola Beer menyampaikan, pencapaian demokrasi dan kebebasan Taiwan juga menjadi pencapaian bagi Benua Eropa. Uni Eropa tidak akan membiarkan segala bentuk tekanan yang dilancarkan RRT kepada Taiwan dan akan segera memberikan bantuan mereka. Taiwan tidak akan menjadi Hong Kong berikutnya. Demokrasi dan kebebasan yang diperjuangkan Taiwan selama ini telah menjadi panutan bagi seluruh komunitas dunia.
Nicola Beer melanjutkan, perang yang saat ini terjadi di Benua Eropa jangan sampai terjadi Benua Asia. Sekarang adalah saatnya untuk berdiri bersama Taiwan. Uni Eropa dan Taiwan adalah keluarga dekat dalam barisan pembela demokrasi kebebasan.
Pada tanggal 18 Juli 2022, MOFA menyampaikan, Wakil Ketua Parlemen Eropa Nicola Beer akan memulai kunjungannya ke Taiwan semenjak tanggal 19 Juli hingga 21 Juli 2022. Ini adalah kunjungan resmi pertama pejabat tinggi dalam tubuh parlemen Eropa yang datang ke Taiwan. Sekali lagi memperlihatkan dukungan kuat yang diberikan oleh parlemen Eropa kepada Taiwan.
Selama berkunjung ke Taiwan, Nicola Beer dijadwalkan akan bertemu langsung degan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文). Selain itu, Nicola Beer juga akan bertemu dengan Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌), Wakil Ketua Yuan Legislatif Tsai Chi-Chang (蔡其昌), Menteri Non Portofolio Audrey Tang dan Ketua Dewan Urusan Daratan Tiongkok Chiu Tai-san (邱太三). Di samping itu, Menteri MOFA Joseph Wu (吳釗燮) mempersiapkan jamuan makan khusus untuk dinikmati bersama dengan Nicola Beer.
Di samping itu, Nicola Beer juga akan menggelar diskusi dengan lembaga think-thank dan organisasi sipil Taiwan. Seluruh agenda perjalanan Nicola Beer juga sudah disesuaikan dengan prosedur pencegahan epidemi yang ditetapkan oleh CECC (Pusat Komando Epidemi Sentral).
MOFA menuturkan, kunjungan pertama Nicola Beer ke Taiwan tentu akan memperdalam pemahamannya tentang perkembangan demokrasi di Taiwan, serta isu-isu terkait perdamaian atau stabilitas di Selat Taiwan, dan mengeksplorasi potensi kerja sama antara Taiwan dengan Eropa terutama di sektor ketahanan rantai pasokan teknologi mutakhir.
Kunjungan Nicola Beer juga akan memperkuat kemitraan substantif antara Taiwan dengan Uni Eropa di berbagai bidang, serta menunjukkan tekad kedua belah pihak untuk mempertahankan tatanan internasional yang berbasis pada aturan, serta menjaga perdamaian dan stabilitas regional yang sesuai dengan nilai demokrasi kebebasan.