(Taiwan, ROC) --- Meski dilanda kontroversi, perhelatan “Forum Taipei Shanghai 2022” tetap dibuka sesuai jadwal pada tanggal 19 Juli 2022 di Taipei, dan Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) menolak mengutus perwakilannya untuk menghadiri forum ini.
Dalam pidato pembukaannya, Walikota Taipei Ko Wen-je (柯文哲) menyampaikan, pecahnya krisis antar Rusia dengan Ukraina, sedikit banyak telah meningkatkan pembahasan tentang lintas selat. Walikota Ko menekankan, komunikasi akan lebih baik, serta menggelar dialog juga akan lebih positif ketimbang terjadinya konfrontasi.
Membangun komunikasi yang didasari hubungan baik dan menghindari terjadinya konflik, sudah seharusnya menjadi harapan seluruh warga di kedua wilayah.
Walikota Ko menambahkan, larangan impor produk pertanian dan makanan laut Taiwan oleh pihak RRT dan melintasnya pesawat RRT di langit Taiwan telah menjadi fokus utama dalam setiap permasalahan. Hal ini tentunya akan melukai perasaan masyarakat yang berada di kedua wilayah.
Walikota Ko mengatakan, “Larangan impor buah nanas, jambu, mangga dan ikan kerapu Taiwan ke RRT, telah menjadi fokus dari permasalahan yang ada, yang mana ini tentu bisa melukai perasaan warga lintas selat. Perselisihan yang terus berlanjut dan sikap acuh tak acuh dari kedua belah pihak hanya memperburuk situasi yang ada. Hanya melalui dialog dan komunikasi, maka permasalahan lintas selat dapat terselesaikan, terutama menengahi persoalan mata pencaharian.
Dalam pidatonya, Walikota Shanghai Gong Zheng (龔正) menyampaikan, permasalahan yang diutarakan oleh Ko Wen-je pernah terselesaikan sebelum-sebelumnya. Ia juga menekankan, warga yang berada di kedua sisi selat sebenarnya satu keluarga. Shanghai akan tetap menyediakan lingkungan investasi yang baik bagi pengusaha dan pelaku usaha asal Taiwan.
Gong Zheng mengatakan, “Beberapa masalah yang baru saja disampaikan dalam pidato pembukaan oleh Walikota Ko, sebenarnya sudah pernah terselesaikan sebelum-sebelumnya. Masalah ini sekali lagi memperlihatkan bahwa pertukaran antar selat tidak dapat dipisahkan dari landasan politik yang sama. Di bawah kondisi lintas selat yang rumit dan kompleks, kedua kota tetap menggelar forum, guna meningkatkan sikap saling pengertian di antara warga dari masing-masing pihak.”
Selama tiga tahun berturut-turut, “Forum Taipei Shanghai 2022” kembali digelar melalui virtual. Ini juga merupakan forum terakhir dalam masa jabatan Ko Wen-je sebagai Walikota Taipei. Pembahasan tahun ini akan mengambil tema “Ketahanan, Keberlanjutan dan Kemanusiaan”.
Forum tahun ini akan berfokus pada bagaimana mengubah berbagai tantangan yang ada, menjadi kekuatan transformasi di tengah dampak pandemi dan pemanasan global.
Di samping itu, “Forum Taipei Shanghai 2022” juga akan membahas perihal tindakan praktis dalam memperkuat ketahanan kota saat bencana melanda, serta mewujudkan visi kota yang layak huni dan berkelanjutan.