History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Hubungan UE dan ASEAN akan Diperkuat, KTT Komprehensif akan Digelar pada Bulan Desember

  • 16 July, 2022
  • 譚雲福
Hubungan UE dan ASEAN akan Diperkuat, KTT Komprehensif akan Digelar pada Bulan Desember
Hubungan UE dan ASEAN akan Diperkuat, KTT Komprehensif akan Digelar pada Bulan Desember

(Taiwan, ROC) – Uni Eropa (UE) dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) akan menggelar KTT pertama mereka secara komprehensif pada bulan Desember mendatang. Salah seorang pejabat UE mengatakan kepada media Reuters bahwa hubungan keduanya tengah ditingkatkan ke taraf lebih lanjut, dikarenakan adanya kekhawatiran akan ancaman keamanan dari Rusia dan RRT (Republik Rakyat Tiongkok).

Salah seorang pejabat lainnya menambahkan, KTT tersebut direncanakan akan berlangsung di Brussel pada tanggal 14 Desember 2022, tetapi belum diumumkan secara publik. Pertemuan tersebut juga dipandang sebagai meningkatnya hubungan geopolitik antara kedua organisasi.

Pejabat bersangkutan melanjutkan, UE berusaha untuk meningkatkan pengaruhnya di Asia Tenggara, di tengah kekhawatiran akan pengaruh RRT yang kian besar, dan ketegangan hubungan antara AS dengan RRT yang terus berlanjut.

“Uni Eropa akan selalu menjadi jawaban terbaik di kawasan ini dalam mengimbangi persaingan antara AS dengan RRT,” terang pejabat yang akan terlibat langsung dalam KKT UE-ASEAN mendatang.

Keamanan global masih akan menjadi isu utama dalam pembicaraan mendatang. UE juga akan mencari kejelasan lebih lanjut dari negara-negara ASEAN perihal invasi Rusia ke Ukraina.

Di samping itu, RRT juga telah melakukan klaim terhadap hampir seluruh wilayah perairan Tiongkok Selatan. Yang mana hal tersebut juga bertentangan dengan klaim dari beberapa negara ASEAN di perairan yang sama.

Namun, Sekretariat ASEAN belum memberikan tanggapan atau komentar perihal klaim RRT di atas.

Kementerian Luar Negeri Filipina menyampaikan, hubungan UE dengan ASEAN memang telah meningkat selama beberapa dekade belakangan.

Sedangkan Indonesia, Vietnam, Singapura dan Malaysia belum memberikan komentar mereka.  Seorang diplomat menyampaikan, beberapa negara UE, terutama di Eropa Timur menginginkan sebuah jaminan dari ASEAN agar mereka tidak membantu Moskow dalam menghindari penetapan sanksi ekonomi dari bangsa Barat.

Hingga berita ini diluncurkan, tidak jelas apakah UE akan berhasil mendapatkan persetujuan dari seluruh negara ASEAN, mengingat Laos dan Vietnam telah abstain dari pemungutan suara pada resolusi PBB tentang krisis di Ukraina.

Sedangkan pemimpin junta Myanmar tidak akan diundang ke KTT, yang mana ini mencerminkan sikap kritis UE terhadap pemerintah militer setempat yang telah merebut kekuasaan dalam kudeta di bulan Februari tahun lalu.

Komentar

Terbarumore