(Taiwan, ROC) – Simulasi Pertahanan Wan An No.45 akan digelar di wilayah utara pada tanggal 25 Juli mendatang, pukul 13:30-14:00, dan untuk pertama kalinya, Kota Taipei akan melaksanakan latihan evakuasi pertahanan udara pada seluruh wilayah perkotaan (RT), jalan-jalan, lingkungan sekolah, pasar, pabrik perusahaan, dan sistem transportasi umum.
Pemerintah Kota Taipei mengemukakan, Simulasi Pertahanan Wan An pada tahun ini sangatlah berbeda dari yang sebelumnya, setelah sirene serangan udara berbunyi, maka seluruh kendaraan harus berhenti di pinggiran jalan, dan orang-orang yang berada di dalam kendaraan perlu mengikuti instruksi dari pihak polisi ataupun personel pertahanan sipil untuk berlindung ke tempat perlindungan pertahanan udara terdekat, serta baru boleh kembali ke kendaraannya masing-masing setelah sirene tersebut selesai berbunyi. Sementara bagi orang-orang yang berada di dalam ruangan tidak perlu panik saat mendengar sirene serangan udara berbunyi, harus menutup rapat jendela (tirai), mematikan lampu dalam ruangan, mencegah orang keluar masuk ruangan, serta mengambil posisi evakuasi yang benar.
Apabila ada masyarakat yang menolak untuk bekerja sama, baik saat mengevakuasi kendaraan atau kontrol lalu lintas selama proses simulasi pertahanan berlangsung, maka pihak yang berwenang akan menggunakan metode sosialisasi terlebih dahulu. Bagi mereka yang tetap tidak dapat bekerja sama, maka akan dikenakan sanksi denda sebesar NT$ 30.000-150.000 sesuai yang tertera pada UU Pertahanan Sipil Pasal 25. Oleh karena itu, seluruh masyarakat harus dapat bekerja sama, dan bersama-sama mematuhi UU Pertahanan Sipil yang relevan, guna terhindar dari jeratan hukum.