(Taiwan, ROC) – Dalam menanggapi insiden penembakan pada Mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) pada siang hari ini (8/7) mengemukakan, MOFA dan Kantor Perwakilan ROC di Jepang telah menghubungi dan memahami detailnya.
Juru Bicara MOFA, Joanne Ou (歐江安) mengatakan, “Presiden Tsai, Perdana Menteri Su, Menteri Luar Negeri Joseph Wu, dan pejabat tinggi pemerintah Taiwan sangat prihatin, serta telah menginstruksikan MOFA dan unit terkait lainnya untuk terus memahami situasi terbaru dari pihak Jepang.”
Shinzo Abe ditembak saat berpidato di depan Stasiun Yamato Saidaiji di Kota Nara, Jepang. Juru Bicara Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Hiroichi Matsuno mengemukakan, Abe ditembak sekitar pukul 11:30 waktu setempat.
Shinzo Abe selalu memiliki hubungan dekat dan bersahabat dengan Taiwan, dan telah berulang kali menyatakan dukungannya untuk Taiwan di depan umum. Setelah invasi Rusia ke Ukraina pada tahun ini, Abe meminta Amerika Serikat (AS) untuk menjelaskan kepada dunia jika mereka akan mempertahankan Taiwan jika Republik Rakyat Tiongkok (RRT) datang menginvasi. Dirinya juga menegaskan, “Jika Taiwan ada masalah Jepang juga ada masalah, dan aliansi AS-Jepang juga ada masalah”. Beliau menekankan jika hubungan antara negara-negara dengan ideologi yang serupa harus diperkuat, menciptakan kondisi di mana Negeri Tirai Bambu menyerah akan unifikasi Taiwan.
Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) melalui postingan di akun Facebook nya mengemukakan, setelah menerima kedatangan Senator AS, Rick Scott, dirinya menerima kabar Shinzo Abe tertembak, dan memercayai jika semua orang sama seperti dirinya yang terkejut dan menyesalkan terjadinya hal tersebut. Beliau menyampaikan, Taiwan dan Jepang adalah negara demokratis dan berbasis hukum, atas nama pemerintah Taiwan dirinya mengutuk keras akan tindak kekerasan dan ilegal tersebut.
Beliau menambahkan, dirinya telah meminta MOFA dan Kantor Perwakilan ROC untuk Jepang, Frank Hsieh (謝長廷) untuk menyampaikan keprihatinan dan memperhatikan perkembangan selanjutnya.