(Taiwan, ROC) – Sebuah komunike bersama diluncurkan usai pemimpin negara kelompok G7 menyelesaikan KTT G7 ke-48, dengan menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan mendorong penyelesaian masalah lintas selat secara damai. KTT G7 pada tahun ini, dipimpin oleh Jerman yang berperan selaku presiden bergilir G7 kali ini. Adapun hal-hal yang dibahas meliputi kebijakan keamanan luar negeri, pemanasan global, kondisi pandemi di dunia dan krisis yang disebabkan oleh perang Rusia-Ukraina.
Dalam pertemuan tersebut juga mengusulkan “Kemitraan Investasi Infrastruktur Global”, yang rencananya akan diinvestasikan dalam waktu lima tahun, senilai US$ 600 miliar, yang difungsikan untuk pendanaan pembangunan infrastruktur berkesinambungan yang dapat untuk mengatasi perubahan iklim. Pernyataan bersama tersebut dikeluarkan pada tanggal 28 Juni, dengan kembali menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.
Komunike KTT Pemimpin G7 yang sebelumnya diadakan di Inggris pada tahun 2021 untuk pertama kalinya menyebutkan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan mendorong penyelesaian masalah lintas selat secara damai. Pihak Kementerian Luar Negeri atau MOFA pada hari Rabu tanggal 29 Juni, tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam dan juga tentu menerima kedatangan para tamu luar negeri ke Taiwan di masa yang akan datang. Selain itu, juga menekankan bahwa Taiwan, sebagai salah satu bagian dari dunia internasional akan turut memikul tanggung jawab, menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi transparansi, standar tinggi dan berorientasi nilai demokrasi, serta sekaligus memperdalam kerja sama dengan anggota G7 dan negara-negara lain yang memiliki kesepahaman yang serupa.