(Taiwan, ROC) – Biaya listrik rata-rata akan mulai naik per bulan Juli mendatang sebesar 8,4%. Sementara bagi industri yang menggunakan tegangan listrik tinggi atau sangat tinggi, akan sebesar 15%, dan memicu perbincangan masyarakat luas. Menteri Ekonomi, Wang Mei-hua pada hari Rabu tanggal 29 Juni saat hadir dalam sebuah kegiatan dan menerima wawancara oleh media, ia menyampaikan paparan berkenaan dengan penyesuaian harga listrik. Wang Mei-hua menegaskan bahwa ada politikus yang menggiring opini jika program kebijakan sumber energi Taiwan merupakan sebuah kesalahan yang menyebabkan naiknya harga listrik. Namun sebenarnya kenaikan harga listrik kali ini dikarenakan oleh naiknya bahan bakar secara global, dimana kelipatan kenaikan mencapai 3 hingga 4 kali dibandingkan sebelumnya. Dengan menghadapi tekanan yang sedemikian besarnya, Taiwan barulah memutuskan untuk menaikkan harga listrik. Dalam kata lain, kenaikan harga listrik kali ini, tidak ada hubungannya sama sekali dengan PLTN.
Wang Mei-hua mengatakan, “Oleh sebab itu, di negara mana saja, apakah ada menggunakan tenaga nuklir atau tidak, termasuk Amerika, Jepang, Uni Eropa, Prancis dan lain sebagainya, bahkan di Inggris yang juga menggunakan pembangkit listrik tenaga nuklir, kenaikan harga listrik di negara mereka jauh lebih tinggi dibandingkan Taiwan.”
Wang Mei-hua menekankan bahwa Taiwan juga bukan sama sekali menghapus program PLTN, dan hingga kini masih ada beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir tetap beroperasi hingga masa gunanya berakhir. Selain itu, pihak Kota New Taipei hingga kini juga masih belum menyatakan kesediaannya untuk membangun fasilitas penyimpanan kering untuk limbah nuklir, sehingga sampah nuklir berupa batang penyulut yang telah bekas dipakai oleh mesin nomor 1 pada PLTN 2, tidak ada lokasi tampung, dan terpaksa pengoperasian harus segera dihentikan. Permasalahan ini masih tetap membutuhkan musyawarah lebih lanjut antara pemerintah pusat dan daerah.
Sehubungan dengan kenaikan yang melebihi ekspektasi dari para pelaku usaha skala besar, Wang Mei-hua kembali menyampaikan bahwa lonjakan drastis bahan bakar telah menyebabkan Taipower mengalami kerugian yang sangat besar. Namun dengan adanya kenaikan ini, maka harga listrik lebih rasional, tetapi itu hanya mencerminkan sebagian dari biaya, dan Taipower masih menderita kerugian. Dia juga mengatakan bahwa pemilik perusahaan juga harus menyadari bahwa harga listrik Taiwan termasuk yang terendah di dunia. Meskipun kenaikan ini boleh dikata tidak terduga, namun jika harga tidak naik, Taipower akan menghadapi krisis keuangan. Semua kebijakan ini tentunya diambil setelah disesuaikan dengan berbagai pertimbangan yang ada.
Untuk rumah tinggal yang penggunaan listriknya di bawah 1.000 kWh, toko kecil, sekolah menengah pertama ke bawah, maka tidak akan dinaikkan biaya listriknya. Pihak media mempertanyakan apakah kelak ke depannya, harga listrik tetap akan naik? Wang Mei-hua menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan pembahasan bergulir sesuai dengan kondisi, termasuk melihat situasi harga bahan bakar dunia, keadaan dalam negeri dan lain sebagainya.