History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

THEC Gelar Seminar Pelatihan & Bimbingan “Meninggalkan Bekas Luka Kekerasan Politik” Bagi Warga Hong Kong di Taiwan

  • 25 June, 2022
  • 譚雲福
THEC Gelar Seminar Pelatihan & Bimbingan “Meninggalkan Bekas Luka Kekerasan Politik” Bagi Warga Hong Kong di Taiwan
THEC Gelar Seminar Pelatihan & Bimbingan “Meninggalkan Bekas Luka Kekerasan Politik” Bagi Warga Hong Kong di Taiwan

        (Taiwan, ROC) – Guna membantu warga Hong Kong yang kini tengah menetap di Taiwan dalam hal meninggalkan bekas luka akibat kekerasan politik, pihak Taiwan - Hong Kong Economic and Cultural Co-operation Council bersama dengan Pemerintah Kota Taipei menggelar seminar pelatihan dan bimbingan pada hari Jumat tanggal 24 Juni, dengan mengundang pakar kejiwaan untuk memberikan paparan yang lebih profesional, sehingga warga Hong Kong dapat segera berpisah dengan masa kelam yang terus menjadi beban mental, dan dapat hidup menetap di Taiwan dengan jiwa yang tenang.

Taiwan - Hong Kong Economic and Cultural Co-operation Council atau THEC dalam pers rilis menyampaikan bahwa beberapa tahun terakhir karena kondisi di Hong Kong berubah, maka banyak yang bermigrasi ke Taiwan, yang dikenal dan disebut oleh warga Hong Kong sebagai “Kampung halaman ke dua”.

        “Kantor pelayanan dan pertukaran Taiwan Hong Kong” yang mulai dioperasikan pada Juli 2020, di bawah naungan Taiwan - Hong Kong Economic and Cultural Co-operation Council, juga memiliki tugas penting dalam memberikan bantuan bagi warga Hong Kong yang bermigrasi ke Taiwan yang jumlahnya terus meningkat, untuk dapat segera beradaptasi dengan kehidupan sosial masyarakat Taiwan. Dalam menjalankan tugas terkait untuk 2 tahun terakhir, ditemukan jika banyak warga Hong Kong yang sempat mengikuti aksi demo protes saat Hong Kong memasuki kondisi pengusungan “UU Keamanan Nasional versi Hong Kong”, sehingga menoreh luka mendalam akibat kekerasan politik yang ada.

        Pihak THEC menjelaskan guna membantu warga Hong Kong yang kini menetap di Taiwan, dapat segera meninggalkan bayang-bayang kelam yang menyakitkan, THEC berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Taipei untuk pertama kalinya menggelar seminar pelatihan dan bimbingan, dengan mengundang pekerja sosial dan pakar ahli kejiwaan, di antaranya Associate Research Fellow Academia Sinica Peng Jen-yu, Guru Pekerja Sosial Sin Siao-yun, psikolog Guo Sheng-jie, pelaku bidang mental sosial, melakukan tukar pandangan dengan petugas sosial Kota Taipei dan psikolog lainnya. Seminar kali ini menggunakan format bertukar pandangan dan pesan yang hendak disampaikan, sehingga bisa menjadi salah satu masukan bagi para petugas pelayanan yang berdiri di garis terdepan di dalam negeri, berharap mampu membantu warga Hong Kong segera mengakhiri luka jiwa, sehingga kelak ke depannya baru bisa menjadi orang Hong Kong yang juga salah satu bagian kehidupan sosial di Taiwan, dapat membangun kembali jati diri dengan rasa aman.

        Sekjen THEC Du Jia-fen dalam pidatonya menyampaikan bahwa korban akibat kekerasan politik akan jauh lebih sulit diketahui atau dilacak jika dibandingkan dengan kekerasan negara. Oleh sebab itu dalam menangani masalah kekerasan politik, pendamping terpenting sang korban adalah para guru pekerja sosial dan psikolog. Melalui kegiatan seminar, diharapkan pemikiran para peserta seminar dan publik dapat menyatu menjadi sebuah kesepahaman.

        Para pakar juga berpendapat dalam membantu warga Hong Kong untuk bisa beradaptasi dalam lingkungan di Taiwan, tentu akan menemukan banyak halangan dan tantangan. Selain mengobati luka akibat kekerasan politik, juga harus dapat memahami latar belakang sejarah dan pengalaman hidup yang dimiliki oleh warga Hong Kong yang bermigrasi.

        Pemerintah sejak Juni 2020 juga telah mendorong “Program khusus bantuan kemanusiaan warga Hong Kong”, dengan inisiatif memberikan kepedulian kepada warga Hong Kong yang terpencar di berbagai kabupaten dan kota, memberikan solusi masalah adaptasi. Untuk itu, pemerintah pusat juga mengikutsertakan pemerintah daerah, dimana sejak bulan April telag melakukan pertemuan dengan pemerintah Kota Taipei, Kota Tainan dan Kota Taoyuan, membahas program yang tengah dijalankan dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah.

        Untuk bulan Juli dan Agustus mendatang, pihak THEC berkolaborasi dengan pemerintah Kota Taoyuan dan Kota Tainan, akan menggelar serangkaian seminar. Selain dapat melanjutkan program, juga dapat memperkuat hubungan kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga pelayanan dan simpati bagi warga Hong Kong yang menetap di Taiwan dapat lebih terpadu lengkap.

Komentar

Terbarumore