History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Perdana, NTU Gamelan Gita Lestari Orchestra Hadir dalam Bali World Culture Celebration I

  • 17 June, 2022
  • 陳柏萇
Perdana, NTU Gamelan Gita Lestari Orchestra Hadir dalam Bali World Culture Celebration I
Sumber: National Taiwan University Gamelan Orchestra

(Taiwan, ROC) – Pandemi COVID-19 yang menyerang salah satu destinasi wisata terpopuler dunia, Bali Indonesia, selain telah memberikan dampak buruk bagi perekonomian setempat, yang sangat bergantung kepada industri pariwisata, namun juga telah menyadarkan warga setempat serta para turis asing yang memiliki rasa cinta akan kealamian natural untuk bersama membangun kembali image Bali yang selama ini dikenal sebagai pulau dewata, yang kaya akan budaya, keindahan alam dan hubungan yang harmonis antar sesama manusia. Semua turut berpartisipasi dalam upaya menurunkan penularan dan mengembalikan keindahan alam Bali, sehingga siap untuk melangkah memasuki New Era of Bali.

Kondisi pandemi di pulau Bali telah mulai perlahan pulih, dengan merujuk kepada perbandingan data pertambahan jumlah kasus pada bulan Juni 2021 yang mencatat lebih dari 20 ribuan per hari, menurun drastis pada bulan Juni 2022 dengan angka ratusan kasus per harinya. Guna mengembalikan aktivitas kehidupan sehari-hari, khususnya bidang perekonomian, maka Pemerintah provinsi Bali mengkoordinasikan seluruh seniman dan budayawan, untuk melanjutkan pelaksanaan Pesta Kesenian Bali ke-44 tahun 2022. Untuk tahun ini, secara khusus hendak mengangkat budaya Bali menjadi salah satu bagian dari budaya dunia, sehingga dalam waktu yang bersamaan, juga menggelar kegiatan Bali World Culture Celebration perdana, dengan tajuk “Danu Kerti, Resilience and Harmony”. Kegiatan ini dilakukan secara luring dan daring, dengan mengundang 20 an kelompok musik dan tari dunia, antara lain Amerika, Belanda, Perancis, Jepang, Taiwan, Spanyol, Belgia dan lain sebagainya.

BWCC tidak sekedar menyajikan keindahan dan kemerduan akan musik gamelan, namun juga untuk mengajak semua manusia untuk bisa memberikan perhatian yang lebih mendalam akan harmoni dan kehidupan manusia yang berkesinambungan. Taiwan yang juga turut diundang dalam kegiatan skala internasional ini, menunjuk kelompok orchestra gamelan dari National Taiwan University, yang untuk pertama kalinya dan menjadi satu-satunya kelompok yang mewakili Taiwan. Adapun pertunjukkan yang akan disuguhkan oleh NTU gamelan orchestra adalah penampilan konser tahun 2019, memadukan gamelan, musik suku adat asli Taiwan dan budaya suku Han, sehingga dunia turut dapat menikmati perkembangan musik di Taiwan yang penuh dengan keragaman.

Profesor Wang Ying-fen mengatakan, “Kali ini, NTU gamelan orchestra merasa bangga dapat mewakili Taiwan untuk turut hadir dalam kegiatan akbar skala dunia yang digelar oleh Departemen Kebudayaan Pemda Bali. Selain bisa meramaikan, juga bisa melakukan interaksi pertukaran dengan negara lain. Dalam video akan menyajikan perkembangan promosi musik gamelan yang dilakukan oleh NTU selama 4 tahun terakhir, perpaduan musik suku adat asli dan suku Han, agar dunia dapat melihat keragaman musik yang ada di Taiwan.”

Pendirian NTU gamelan orchestra oleh Institut Musikologi Universitas Nasional Taiwan, sebagai tanggapan atas kebijakan baru pemerintah menuju ke selatan, yang telah mempromosikan serangkaian kursus musik dan budaya tari Asia sejak musim semi 2018. Adapun pengajaran gamelan dipimpin langsung oleh profesor Wang Ying-fen. Setelah kerja keras selama 4 tahun, para siswa tidak hanya diundang untuk tampil pada acara-acara diplomatik penting, tetapi juga secara resmi mendirikan Universitas Nasional Taiwan Gamelan Orchestra pada musim semi 2022.

Video Konser Orchestra Gamelan National Taiwan University yang berdurasi 60 menit, diproduksi oleh Institut Musikologi Universitas Nasional Taiwan. Selain komposer Bali ternama dunia I Nyoman Windha dan istri penari I Agung Warsiki yang telah lama membimbing NTU gamelan orchestra, konser tersebut juga menghadirkan Didik Nini Thowok, seorang penari lintas gender asal Jawa tengah, Profesor Made Mantle Hood dari Universitas Seni Tainan bersama istri penari Ni Nyoman Somawati dan dua putrinya. Selain itu juga ada Anastasia Melati, seorang penari keraton dari Jawa Tengah, dan tiga musisi asal Okinawa, dosen Li Jing-hui dari Taipei National University of the Arts, dosen Hsu Hsin-wen dari National Taiwan Normal University. Pementasan tersebut juga secara khusus menyajikan tarian baru dengan tema Putri Tionghoa. 

Pertunjukkan orkestra gamelan NTU sendiri dapat disaksikan secara online, pada hari Sabtu tanggal 18 Juni pukul 7 malam waktu Taiwan melalui kanal resmi Dinas Kebudayaan Bali di Youtube, di https://www.youtube.com/c/DisbudProvBali.

 

Komentar

Terbarumore