(Taiwan, ROC) – Dipengaruhi dengan pemerintah Amerika Serikat menaikan suku bunga, perang Rusia – Ukraina, penutupan perbatasan kota di Daratan Tiongkok dan lainnya, Kepala Bank Sentral Taiwan Yang Chin-long (楊金龍) memperingatkan bahwa mungkin tingkat pertumbuhan ekonomi Taiwan untuk tahun 2022 ini sulit untuk mempertahankan angka 4. Namun pakar ekonomi mengemukakan, meskipun kendala banyak unsur yang tidak menentu di pasar-pasar ekspor utama, tetapi pemesanan penjualan luar negeri pada kwartal kedua cukup baik, seharusnya dapat mempertahankan prestasi ekspor di kwartal ketiga, sementara kebutuhan domestik, walaupun penularan COVID-19 di dalam negeri Taiwan semakin merebak panas, tetapi berhubung kebanyakan adalah bergejala ringan dan hanya sedikit sekali yang parah sehingga kekhawatiran masyarakat perlahan-lahan menurun, dengan demikian peluang membaiknya pasar kebutuhan dalam negeri dilihat secara keseluruhan cukup besar, untuk itu tidak perlu terlalu khawatir.
Kepala Bank Sentral Yang Chin-long beberapa hari lalu di Yuan Legislatif menegaskan, pengaruh dari unsur inflasi, kenaikan suku bunga dan perang Rusia – Ukraina ditambah lagi menghangatnya penularan COVID-19 dalam negeri. Meskipun Produk Domestik Bruto (PDB) Taiwan untuk separuh pertama tahun ini dapat bertahan di angka 4%, tetapi untuk di kedepannya sudah pasti akan semakin terasa pengaruhnya sehingga meragukan apakah PDB tahun ini dapat mempertahankan angka 4.
Anggota Institut Penelitian Ekonomi Taiwan (TIER), Daren Chiu menganalisa, pasar utama ekspor Taiwan seperti Amerika Serikat yang permintaannya masih cukup baik, tetapi untuk Benua Eropa yang terpengaruh dengan perang Rusia – Ukraina sehingga situasinya tidak menentu, sedangkan Daratan Tiongkok karena pengaruh penutupan kota (lockdown), sehingga selain ekspor onderdil elektronik yang masih laris manis seperti sebelumnya, sedangkan kebanyakan produk barang lainnya berdampak negatif. Daren Chiu mengungkapkan, berdasarkan situasi pemesanan luar negeri saat ini memperlihatkan cukup baik, untuk itu masih dapat mendongkrak penjualan ekspor.
Daren Chiu menyampaikan, untuk kebutuhan dalam negeri yang meskipun penularan COVID-19 semakin hari semakin memanas, bahkan penambahan kasus harian di Taiwan sudah menduduki teratas di Benua Asia, yang tentu saja sedikit banyak juga memengaruhi tingkat kepercayaan konsumen dalam negeri, seperti terlihat sekarang ini ada sebagian rumah makan cepat saji dengan pelayanan sendiri telah menghentikan pengoperasiannya hingga akhir Mei, tetapi sehubungan dengan gelombang varian virus kali ini bergejala ringan, hanya sedikit sekali yang bergejala parah sehingga rasa kekhawatiran masyarakat semakin pudar, memungkinkan berpeluang kembali membaiknya kebutuhan dalam negeri, dan ini akan mendongkrak angka PDB. Daren Chiu menegaskan, meskipun perekonomian tahun ini tidak sebaik sebelumnya, tetapi tidak perlu terlalu pesimis.