(Taiwan, ROC) – Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) Taiwan dijadwalkan akan menggelar “Komite Peninjauan Upah Minimum” pada kuartal ketiga tahun ini, dan upah minimum diperkirakan akan mengalami kenaikan untuk tahun ke-10 berturut-turut.
Menurut survei yang dirilis oleh situs pencarian kerja 1111 pada hari ini (6/6), menyebutkan bahwa sebanyak 18,5% pekerja kantoran mengaku telah menerima kenaikan gaji pada paruh pertama tahun ini, dengan rata-rata kenaikan sebesar NT$2300. Namun, 66,7% lainnya secara jujur menyatakan tidak ada harapan untuk mendapatkan kenaikan gaji pada tahun ini, lantaran perusahaan tidak memiliki sistem penyesuaian gaji secara berkala. Alasan lainnya termasuk kinerja keuntungan perusahaan yang kurang baik, serta adanya aturan tidak tertulis di dalam departemen.
Juru Bicara 1111, Zhuang Yu-jie (莊雨潔) menganalisis, sebanyak 91% pekerja kantoran tidak puas dengan gaji mereka, mencatat angka tertinggi dalam enam tahun terakhir. Meskipun upah minimum setiap tahunnya terus naik, ada kelompok pekerja yang menerima gaji sedikit di atas upah minimum, tetapi sudah lama tidak mendapatkan kenaikan gaji dari atasan. Mereka juga harus menanggung tekanan inflasi harga barang. Kelompok inilah yang berkemungkinan menjadi bagian terbesar tetapi paling sering diabaikan di pasar kerja.
Zhuang Yu-jie (莊雨潔) menyebutkan bahwa Yuan Legislatif telah merevisi Undang-Undang Pasar Modal tahun lalu, dan mulai tahun depan perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa Taiwan akan diwajibkan menyisihkan sebagian laba untuk menaikkan gaji karyawan tingkat dasar yang menerima gaji bulanan di bawah NT$63.000. Langkah ini bertujuan untuk mendorong perbaikan kondisi upah di dalam negeri. Namun, 1111 menekankan bahwa kebijakan ini seharusnya tidak hanya berlaku bagi perusahaan publik, melainkan juga perlu diadopsi oleh para pemilik usaha kecil dan menengah dengan semangat berbagi keuntungan, guna mewujudkan situasi saling menguntungkan antara pekerja dan pengusaha.