(Taiwan, ROC) -- Industri perhotelan Taiwan mengeluhkan kekurangan tenaga kerja, Menteri Ketenagakerjaan Hong Sun-han (洪申翰) pada tanggal 4 Juni mengonfirmasikan bahwa tengah melakukan perencanaan dan penilaian untuk membuka kesempatan bagi pekerja migran dalam industri perhotelan, dengan prinsip menghindari dampak terhadap kesempatan kerja bagi pekerja lokal, menggerakkan majikan untuk menaikan gaji dan lainnya, berharap setelah selesai meneliti dan mendiskusikannya maka hasil akan diumumkan.
Dirjen Pariwisata Chou Yung-hui beberapa hari lalu ketika menerima wawancara dari media mengemukakan, industri perhotelan mungkin ada harapan untuk membuka pekerja migran professional bersyarat, tetapi persyaratannya pemberi kerja harus memprioritaskan merekrut pekerja berusia paruh baya, pekerja perempuan lokal terlebih dulu, jika tetap tidak mencukupi, maka baru akan mengumumkan program terkait pada paruh tahun terakhir.
Namun, kebijakan utama terkait pekerja migran dipegang oleh Kementerian Ketenagakerjaan yang terus tidak memberikan penjelasan terkait hal ini. Menteri Ketenagakerjaan Hong Sun-han (洪申翰) pada tanggal 4 Juni dalam wawancara sebelum rapat Komite Lingkungan Hidup Yuan Legislatif untuk perdana membenarkan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan tengah membahas kebijakan tenaga kerja lintas negara secara keseluruhan, saat ini tengah meneliti dan mendiskusikan terkait perencanaan, pelaksanaan program ini akan berlandaskan prinsip seperti tidak memengaruhi kesempatan kerja pekerja lokal, berharap dapat mengerakkan pemberi kerja untuk menaikan gaji, meningkatkan persyaratan dari pekerja, berharap industry terkait lebih dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja sehingga dapat beroperasi, serta meningkatkan peran dan fungsi pemerintah dalam perekrutan tenaga kerja asing guna untuk menjamin hak dan kepentingan pekerja migran.
Mengenai kapan Kementerian Transportasi akan mengumumkannya? Menteri Ketenagakerjaan Hong Sun-han menekankan, kebijakan tenaga kerja lintas negara masih tetap dipegang oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Hong Sun-han juga mengemukakan, tingkat perbandingan tenaga kerja dengan upah rendah pada industri perhotelan lebih tinggi, ia tidak berharap setelah dibukanya pekerja migran untuk sektor ini mengakibatkan efek pencarian “gaji rendah”, untuk itu perencanaan kebijakan harus cermat.