(Taiwan, ROC) -- Perang Rusia – Ukraina yang masih belum berakhir, untuk itu Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi turun perkiraan tingkat pertumbuhan ekonomi tahunan global dan Taiwan untuk tahun ini, tetapi Dewan Pengembangan Nasional (NDC) menyampaikan, revisi turun IMF terhadap pertumbuhan ekonomi Taiwan lebih terbatas, hal ini memperlihatkan kualitas perekonomian Taiwan masih cukup baik.
IMF yang mengumumkan World Economic Outloo yang isinya memperlihatkan perang Rusia – Ukraina menimbulkan kerugian ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2022 ini melamban secara signifikan, diperkirakan tingkat pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2022 dan 2023 sebesar 3,6% angka ini mengalami revisi turun sebesar 0,8% dan 0,2% jika dibandingan dengan perkiraan yang dirilis pada Januari sebelum pecahnya perang Rusia – Ukraina.
Pada bagian Taiwan, laporan menunjukkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Taiwan tahun ini berada di 3,2% dibandingkan dengan laporan Oktober tahun lalu mengalami revisi penurunan sebesar 0,1% sedangkan untuk perkiraan tahun depan sebesar 2,9%.
NDC menyampaikan, dilihat dari revisi IMF yang hanya menurunkan 0,1% saja dan berdasarkan Bank Pembangunan Asia (Asia Development Bank/ADB) dan lembaga internasional lainnya terkait pertumbuhan ekonomi Taiwan serta situasi pertumbuhan ekspor yang mengalami fluktuasi naik cukup besar, memperlihatkan unsur perang Rusia – Ukraina dan penundaan rantai pasokan Daratan Tiongkok belakangan ini serta lainnya berpengaruh sangat terbatas terhadap pertumbuhan ekonomi Taiwan, kualitas pertumbuhan ekonomi masih tetap baik dan kebanyakan adalah karena pengaruh harga komoditas.
IMF dalam laporan kali ini merevisi turun tingkat pertumbuhan ekonomi Taiwan, juga perkiraan tingkat kenaikan harga barang mencapai 2,3% dibandingkan dengan Oktober 2021 sebesar 1,5% meningkat separuh lebih, sedangkan untuk perkiraan tahun depan dipatok sebesar 2,2%.
Berdasarkan perkiraan IMF, Indeks Harga Konsumen (CPI) Taiwan akan menembus 2% garis peringatan inflasi. Terhadap hal ini NDC mengemukakan, kenaikan harga komoditas adalah permasalahan global, berbagai negara telah mengusulkan langkah-langkah yang relevan guna menekan dan merespon situasi ini. Taiwan sendiri juga telah mengusulkan langkah-langkah untuk menstabilkan harga dan bank sentral juga akan terus memantaunya