(Taiwan, ROC) Serikat Buruh Perkeretaapian Taiwan (Taiwan Railway Labor Union, TRLU) menyampaikan ketidakpuasan mereka terhadap struktur perusahaan yang dicanangkan oleh Kementerian Perhubungan, hal ini memicu gerakan karyawan badan jawatan kereta api Taiwan(TRA) akan beristirahat dan tidak lembur pada tanggal 1 Mei. Menhub Wang Kuo-tsai membuka suara dan berharap agar staf TRA bisa berkontribusi, TRLU pada hari Kamis ini (21/4) mengatakan, tidak dapat ditolerir.
TRLU memberikan surat kepada Menhub Wang Kuo-tsai berisikan, tidak lagi mentolerir, 1 Mei tidak lembur tidak menandakan mogok kerja, juga tidak akan melumpuhkan transportasi, hanya sekedar menyuarakan suara hak buruh yang meminta tidak lembur, tidak seperti yang disampaikan Menhub Wang Kuo-tsai bahwa staf TRA tidak bersedia berkontribusi, jika tidak maka tidak memilih pada hari buruh internasional, lagipula hari ini merupakan hari libur berturut-turut, ketidaknyamanan dari penumpang Taiwan juga dapat dirasakan, staf TRA selalu memberikan pelayanan terbaik, “bukan kami tidak mengerti Bapak Menteri, sebaliknya Bapak Menteri yang tidak mengerti kami”.
Isi surat pernyataan menyampaikan bahwa permintaan buruh TRA sangat sederhana, yakni “selamat, stabil dan berkesinambungan”.
Menhub Wang Kuo-tsai pada tanggal 19 April menyurati buruh TRA, menyebutkan banyak tunjangan yang telah diperjuangkan untuk buruh TRA, setelah insiden kereta Taroko maka reformasi TRA menjadi janji yang wajib dipenuhi, satu-satunya cara adalah perubahan struktur organisasi menjadi perusahaan, pihaknya tidak akan menyerah dan senantiasa siap berkomunikasi, berkaitan dengan 1 Mei, dia berharap buruh TRA dapat berkontribusi, ikhlas melayani penumpang, sebagai pekerja yang professional tetap memberikan layanan terbaik, agar penumpang bisa merasakan layanan TRA yang berkualitas.
TRLU mengapresiasi Yuan Eksekutif dan Kementerian Perhubungan dalam 2 tahun ini memperjuangakan tunjangan kesejahteraan bagi buruh TRA, akan tetapi ini bukan karena pemerintah yang berkorban lalu memberikan keadilan bagi buruh TRA, dikarenakan struktur gaji buruh TRA dan pokok tunjangan di bwah rata-rata dari instansi perusahaan swasta dan BUMN.
TRLU beranggapan, Menhub Wang Kuo-tsai tidak mendengar suara buruh, revisi struktur perusahaan membuat buruh gelisah, juga mengancam keselamatan seluruh warga, maka meminta janji sebelumnya untuk memenuhi kesejahteraan buruh dapat dikabulkan, struktur perusahaan yang tertera jelas di atas kertas, akan tetapi pelaksanaannya berbeda, maka buruh mau tidak mau menyuarakan ketidakpuasan mereka.