History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kebijakan Baru ke Arah Selatan dan Perang Dagang AS – RRT Meningkatkan Pengalihan Dana ke ASEAN

  • 02 April, 2022
  • 譚雲福
Kebijakan Baru ke Arah Selatan dan Perang Dagang AS – RRT Meningkatkan Pengalihan Dana ke ASEAN
Kebijakan Baru ke Arah Selatan dan Perang Dagang AS – RRT Meningkatkan Pengalihan Dana ke ASEAN

(Taiwan, ROC) – Dengan bernaung pada kebijakan baru ke arah selatan (New Southbound Policy) ditambah dengan adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok, sehingga banyak perusahaan Taiwan yang mengalihkan pabriknya ke negara-negara ASEAN seperti Vietnam, Indonesia, Malaysia dan lainnya, hal ini juga meningkatkan pinjaman bank perusahaan, dari data statistik memperlihatkan peningkatan pinjaman perusahaan ke 10 negara ASEAN mencapai hampir NT$1 triliun dalam kurun waktu 7 tahun (2015 – 2021).

Berdasarkan data statistik Komisi Pengawas Keuangan (Financial Supervisory Commission/FSC), pinjaman perusahaan ke 10 negara ASEAN dari NT$720 miliar pada tahun 2015 berkembang menjadi NT$1,7 triliun pada tahun 2021, bertambah NT$999 miliar atau dua kali lipat lebih, pertumbuhan pesat pinjaman ini karena adanya pengalihan ke negara-negara seperti Vietnam, Indonesia, Singapura, Malaysia dan Thailand.

Apabila menilik dari nilai pinjaman, data FSC memperlihatkan peningkatan nilai pinjaman tertinggi untuk tahun 2021 kemarin adalah Singapura mencapai NT$360,726 miliar diikuti dengan Indonesia yang sebesar NT$347,389 miliar, sedangkan Vietnam mencatat NT$325,505 miliar. Dari 3 negara yang disebutkan tadi saja sudah mencapai 60% dari seluruh kenaikan untuk pangsa pasar ASEAN.

Pejabat FSC mengemukakan, beberapa tahun terakhir sejak pemerintah kembali mempromosikan kebijakan baru ke arah selatan, ditambah lagi dengan unsur perang dagang antara Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok serta unsur lainnya sehingga banyak pabrik-pabrik Taiwan yang dialihkan ke negara-negara seperti Vietnam, Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand dan lainnya. Untuk merespons peralihan rantai produksi, maka bank-bank juga mengalihkan pangsa pasar dan meningkatkan nilai pinjaman, hal ini juga menjadi unsur pengerak meledaknya nilai pinjaman bank.

Berdasarkan data statisti FSC, bank domestik Taiwan memiliki 213 titik basis termasuk cabang, cabang pembantu, kantor perjualan, kantor perwakilan, anak perusahaan dan lainnya di Vietnam, Indonesia, Singapura, Malaysia dan Thailand. Bank of China yang paling agresif memiliki 113 cabang dan 58 titik basis, untuk di Indonesia saja terdapat 17 titik.

Namun seiring dengan merebaknya pandemi selama 2 tahun terakhir ini sehingga Vietnam, Indonesia, Malaysia dan Thailand sempat beberapa kali menerapkan perbatasan negara, hal ini memengaruhi pertumbuhan yang ada, tetapi bank nasional di Singapura malah mengalami keuntungan, dari yang tadinya mengalami kerusian NT$490 miliar berbalik menjadi mendapat keuntungan NT$4,67 triliun.

Komentar

Terbarumore