(Taiwan, ROC) – Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir 2 (PLTN 2) setelah selesai melakukan perbaikan besar-besaran dan medapat persetujuan untuk memulihkan pengoperasian oleh Dewan Energi Atom pada tanggal 30 Maret 2022, saat ini memasuki proses uji coba penggabungan dan paralel pengoperasian. Dewan Energi Atom hari Jumat (1 April) menyampaikan, dalam proses uji coba, pihak perusahaan listrik merespons kalau mesin pendingin reaktor masih belum memenuhi standar yang ada, sekarang ini telah dihentikan untuk perbaikan, tetapi tidak ada radiasi yang dikeluarkan.
PLTN 2 yang memasuki bengkel untuk direparasi secara besar-besaran pada pertengahan Februari kemrain, setelah Dewan Energi Atom memeriksa dokumen pemulihan pengoperasian yang diusung TaiPower, melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi PLTN 2 dan lain sebagainya untuk memastikan apakah telah memenuhi persyaratan pemulihan pengoperasian, dan akhirnya pada tanggal 30 Maret 2022 telah memberikan persetujuan pemulihan pengoperasian PLTN 2.
Namun, Dewan Energi Atom pada pagi hari ini (1/4) memberikan informasi bahwa terjadi hal yang sedikit mendesak saat melakukan uji coba pengoperasian PLTN 2, dalam proses pengabungan dan parallel, didapati respons dari mesin air pendingin reaktor masih belum memenuhi standar yang dibutuhkan untuk itulah mesin harus dihentikan dan menjalani pemeriksaan.
Dewan Tenaga Atom menyampaikan, saat ini mesin dihentikan demi pertimbangan keamanan, tetapi tidak ada radiasi yang dikeluarkan seperti yang dikhawatirkan. Pihak pabrik listrik tengah memeriksa dan memperbaiki alat air pendingin reaktor, setelah memastikan dan mengetahui permasalahannya baru akan memberikan laporan kepada instansi-instansi terkait dan melanjutkan ke proses berikutnya.
Setelah menyelesaikan pengoperasian seperti yang diuraikan di atas, pihak Taipower akan mengajukan permohonan pemulihan kembali dan dari Dewan Energi Atom juga akan kembali memeriksa dokumen dan melakukan inspeksi langsung ke lokasi.