(Taiwan, ROC) Banyak anggota kaukus parpol KMT yang meragukan revisi aturan berkaitan dengan cuti mengasuh anak usia 0-8 tahun, pekerja diberi keleluasaan untuk mengambil cuti 2 tahun tanpa gaji untuk mengasuh anak selama masa 8 tahun. Akan tetapi, Menteri Ketenagakerjaan Hsu Ming-chun pada hari Kamis ini (17/3) saat sidang interpelasi komite perlindungan lingkungan menyampaikan, pemberi kerja mengkhawatirkan akan menimbulkan masalah pembagian shift kerja, pihak pekerja juga beranggapan tidak mendapat gaji maka tidak ingin cuti, ada perbedaan pendapat dari berbagai kalangan maka masih perlu dipelajari.
Rapat sidang komite perlindungan lingkungan pada hari Kamis ini (17/3) meminta Menteri Ketenagakerjaan Hsu Ming-chun memberi laporan dan diinterpelasi, anggota kaukus parpol KMT Wu Yu-chin(吳玉琴)、Hung Sun-han(洪申翰) mengangkat beberapa ketentuan dalam UU Kesetaraan Gender dalam lingkungan kerja, UU Asuransi Ketenagakerjaan yang menambahkan kausal cuti mengasuh anak, maka pekerja bisa mengambil cuti tanpa gaji selama anak berusia 0-8 tahun, serta bisa disesuaikan dengan kebutuhan misalkan mengambil cuti per hari atau per jam.
Akan tetapi, Menaker Hsu Ming-chun merespons, apabila dalam 2 tahun cuti tanpa gaji untuk mengasuh anak, total 730 hari, jika dihitung harian, dibagi selama masa 8 tahun maka dalam satu tahun bisa mengambil cuti 91 hari, hal ini membuat pemberi kerja merasa kuatir dengan masalah pembagian shift kerja, pekerja juga beranggapan tidak mendapat gaji maka tidak berniat mengambil cuti, ada perbedaan pendapat di berbagai kalangan. Hsu Ming-chun mengatakan, “97% di Taiwan adalah industri kecil, atau perusahaan dengan jumlah karyawan di bawah 30 orang, cuti mengasuh anak ini akan berdampak pada pembagian shift kerja, maka wajib ada solusinya; yang kedua adalah dari sisi pekerja, mereka juga tidak mendapat gaji, maka tidak ingin mengambil cuti.”