History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Tsai: Target Nol Karbon di Tahun 2050 Tanpa Menyusutkan Perkembangan Industri

  • 01 March, 2022
  • 鄭蕙玲
Presiden Tsai: Target Nol Karbon di Tahun 2050 Tanpa Menyusutkan Perkembangan Industri
Presiden Tsai: Target Nol Karbon di Tahun 2050 Tanpa Menyusutkan Perkembangan Industri (foto: CNA)

(Taiwan, ROC) -- Presiden Tsai Ing-wen hari Selasa (1 Maret) pagi menerima kunjungan dari ketua pelaksana komunitas 8 bidang industri utama, dalam kata sambutannya Presiden Tsai menjelaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga kestabilan persediaan suplai listrik, baik pembangunan kapasitas maupun pembiayaan emisi karbon, kesemuanya akan mempertimbangkan kemampuan dari industri dan juga penangganan masalah pemakaian listrik di malam hari yang merupakan masa puncak. Kepala negara menegaskan, pemerintah bertekad hati untuk mencapai target transformasi nol karbon pada tahun 2050, tetapi tidak akan menyusutkan pengembangan industri sebagai pengantinya, selain itu juga akan mempererat jalinan kerja sama dengan dunia industri agar bisa memperoleh lebih banyak keuntungan.

Pemimpin negara mengungkapkan, setelah menyambut kedatangan era energi terbarukan, masa puncak penggunaan listrik pada siang hari sudah bukan lagi menjadi masalah, bahkan masih memilikki sisa. Selanjutnya pemerintah akan menyelesaikan masalah puncak penggunaan listrik di malam hari, seperti pengumpulan listrik dari tenaga air untuk digunakan pada masa puncak penggunaan di malam hari, ditambah dengan mempercepat perbaikan sistem serta menerapkan fasilitas diskon tariff listrik untuk periode tertentu dalam upaya mengalihkan puncak penggunaan listrik dan lain sebagainya, Presiden Tsai juga meminta Wakil Menteri Ekonomi, Tseng Wen-sheng yang hadir dalam pertemuan ini untuk memberikan penjelasan secara rinci.

Pada bagian sumber energi terbarukan, kepala negara menyampaikan, untuk pembangkit listrik tenaga surya akan menambah pembangunan 3 GW, juga diperkirakan akan dapat menyelesaikan 4 pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai pada pada tahun ini, pemerintah akan terus meningkatkan dan menambah penempatan sumber energi terbarukan, serta dalam upaya mengendalikan polusi, pemerintah akan berupaya mengurangi emisi karbon bersamaan dengan menstabilkan penyediaan listrik.

Presiden Tsai juga mengemukakan, pemerintah telah mencanangkan untuk mencapai target nol karbon pada tahun 2050, juga akan mengumumkan peta prosedur Taiwan yang mana dikedepannya merencanakan rata-rata meningkatkan 2% persediaan tenaga listrik setiap tahunnya, diyakini hal ini dapat memenuhi kebutuhan listrik.

Kepala negara juga menekankan, pemerintah juga telah bertekad hati untuk mencapai target nol karbon di tahun 2050 tetapi tidak akan menyusutkan perkembangan industri sebagai pengantinya, juga tidak akan bertindak gegabah melainkan secara bertahap menggerakkan revolusi kebijakan dan menjalin kerja sama yang erat dengan dunia industri, menerapkan ESG, membantu industry untuk bergerak ke arah transformasi nol karbon serta menciptakan peluang usaha baru yang saling menguntungkan bagi masyarakat, industri dan lingkungan.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan  “Terlepas dari konstruksi kapasitas emisi karbon atau pengumpulan biaya karbon kelak nantinya, semua mempertimbangkan kemampuan dari pihak industri, akan diprioritaskan dengan urutan besar ke kecil, yakni dimulai dari perusahaan besar baru perusahaan kecil, dipromosikan dengan cara metode besar ke kecil, yang dikelola Badan Usaha Milik Negara.

Pada bagian kekurangan tenaga kerja, Presiden Tsai Ing-wen juga menjelaskan, pemerintah telah mengumumkan program mempertahankan pekerja migran, bagi pekerja migran atau Tionghoa perantau yang bekerja di Taiwan selama 6 tahun ke atas maka dapat terus tinggal di Taiwan, bagi yang genap 5 tahun dapat mengajukan izin tinggal permanen, dengan demikian baru dapat mempertahankan tenaga dari pekerja migran untuk tetap berada di Taiwan, dan ini merupakan bantuan tenaga yang penting bagi perkembangan industri Taiwan.

Komentar

Terbarumore