History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Investor Saham Asing Tarik Dana dari Pasar Bursa Taiwan Akibat Memanasnya Kemelut Rusia Ukraina

  • 26 February, 2022
  • 譚雲福
Investor Saham Asing Tarik Dana dari Pasar Bursa Taiwan Akibat Memanasnya Kemelut Rusia Ukraina
Investor Saham Asing Tarik Dana dari Pasar Bursa Taiwan Akibat Memanasnya Kemelut Rusia Ukraina

        (Taiwan, ROC) – Setelah meletupnya api perang antara Rusia dan Ukraina beberapa hari terakhir ini, Bursa Saham Taiwan pada hari Jumat tanggal 25 Februari dipengaruhi oleh anjloknya Bursa Saham Amerika, banyak transaksi jual dilakukan oleh para investor, yang bermaksud untuk menghindari dampak pengaruh yang lebih besar lagi di kedepannya, sehingga ditutup dengan indeks naik hanya pada 57 poin, naik 0,33%, mencatat total indeks bursa saham berada pada 17.652 poin. Investasi asing telah melakukan penjualan saham perusahaan Taiwan selama 2 hari berturut, dengan total nilai mencapai lebih dari NT$ 50 milyar. Penjualan skala besar ini menduduki peringkat ke tujuh terbanyak dalam catatan sejarah Bursa Saham Taiwan, namun mampu distabilkan angkanya oleh pembeli perorangan dan perusahaan investasi dalam negeri.

        Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh Union Bank of Switzerland, disebutkan jika imbas pengaruh terhadap perekonomian dunia yang dihasilkan akibat kemelut yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, terbilang berbatas. Akan tetapi dunia masih harus menghadapi kondisi meningkatnya harga produk konsumen, sehingga inflasi pun secara otomatis akan ikut naik, dimana semua ini akan menyebabkan pihak Amerika Serikat yang meluncurkan kebijakan mata uang Dolar Amerika Serikat, akan turut memberikan risiko terhadap bursa saham di Amerika sendiri.

Laporan terbaru Union Bank of Switzerland berkenaan dengan keributan antara Rusia dan Ukraina, menunjukkan bahwa jika sanksi Eropa dan Amerika yang tidak membatasi pembelian bahan baku sumber energi Rusia, maka dampak konflik terhadap perekonomian global juga akan sangat terbatas. Namun, penyebab untuk terjadinya perang fase kedua jelas terlihat adanya peningkatan, khususnya terutama pada bagian kenaikan harga barang dan produk komoditas. Disebutkan lebih lanjut, seperti harga minyak mentah Brent telah naik lebih dari 12% pada pekan ini, melampaui US$ 100 per barel, dan jika harga komoditas lainnya juga ikut terus melonjak naik, maka benteng penahanan harga ke tahapan inflasi tidak dapat bertahan lama. Terlebih-lebih dengan sikap yang akan dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve System (FED) dimana telah menetapkan kenaikan suku bunga per Maret 2022, maka diprediksikan pihaknya akan memberlakukan kebijakan kenaikan suku bunga secara lebih agresif lagi.

Selain itu, Presiden Direktur Hua Nan Securities Investment Management Chu Hsiang-sheng juga menunjukkan bahwa indeks harga konsumen atau CPI Amerika Serikat terbaru mendekati titik 8%. Jika harga minyak melonjak hingga ke titik US$ 120 karena perang, maka indeks CPI Amerika Serikat akan mampu melebihi titik 10%. Jika pasar ikut khawatir akan kebijakan suku bunga yang diberlakukan oleh FED, dan melebihi ekspetasi pasar dunia, maka indeks Bursa Saham Taiwan juga akan mengalami pengoreksian harga selama beberapa waktu.

Situasi perseturuan antara Rusia dan Ukraina, berlanjut dengan kebijakan menaikkan suku bunga yang diberlakukan oleh FED, telah mempengaruhi modal asing untuk segera menjual saham perusahaan Taiwan yang ada dalam jumlah yang cukup signifikan selama dua hari berturut-turut. Dengan kondisi penarikan dana investasi di bursa saham tersebut, tidak turut memperkuat nilai tukar Dolar Taiwan terhadap Dolar Amerika Serikat, yang mana sempat menurun ke angka 28,074 pada tanggal 25 Februari pagi.

Namun karena hari Jumat tanggal 25 Februari adalah hari terakhir transaksi di bulan Februari, para eksportir menjual Dolar Amerika nya, sehingga depresiasi terhadap Dolar Taiwan mampu terbantukan. Terlihat adanya pergantian kondisi, yang awalnya dibuka dengan turunnya nilai mata uang Dolar Taiwan terhadap mata uang Dolar Amerika, berubah menjadi menguatnya Dolar Taiwan pada saat penutupan pasar valas, yakni mencatat nilai tukar 1 US$ sama dengan NT$ 28,021, ada peningkatan sedikit yakni 0,2 sen. Secara keseluruhan, nilai tukar NT$ telah terdepresiasi lebih dari 30 sen dalam kurun waktu 2 bulan terakhir ini.

Komentar

Terbarumore