(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 22 Februari 2022, Perdana Menteri Tsu Tseng-chang mengumumkan bahwa wacana pengerjaan pembangunan MRT jalur Keelung telah diloloskan, dan kini memasuki tahap “Analisis Dampak Lingkungan Hidup”, diperkirakan proyek ini akan rampung pada tahun 2032.
MRT jalur Keelung tahap pertama akan dibangun menghubungkan kawasan Nangang dengan Badu, dengan total 13 stasiun dan panjang 16,05KM. Dana yang akan dikucurkan diperkirakan mencapai NT$ 42,5 miliar, yang mana NT$ 32,5 miliar akan ditanggung oleh pemerintah pusat, sementara sisanya akan dibagi merata untuk dibiayai oleh pemkot Taipei, New Taipei dan Keelung.
Pada tanggal 22 Februari 2022, Perdana Menteri Su Tseng-chang mengumumkan bahwa proyek MRT Keelung yang telah dibahas selama 30 tahun ini telah diloloskan. Proyek pembangunan MRT Keelung akan berdampak besar bagi jaringan kehidupan masyarakat Kota Taipei, New Taipei dan Keelung, serta akan meningkatkan efisiensi perekonomian di kawasan setempat. Pada masa mendatang, warga Keelung dapat menaiki MRT menuju Nangang untuk kemudian berpindah ke jalur HSR.
PM Su Tseng-chang menyampaikan, setelah nantinya beroperasi, volume penumpang per jamnya akan ditingkatkan menjadi 15.000, dari yang awalnya hanya 5.000. Angka ini tentu dapat mendatangkan efek positif bagi kehidupan warga setempat.
PM Su Tseng-chang mengatakan, “Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan bahwa anggaran MRT Keelung ditingkatkan, dari yang semula NT$ 8 miliar menjadi NT$ 42,5 miliar. Dari angka tersebut, pemerintah pusat dan Yuan Eksekutif akan mengucurkan dana sebesar NT$ 32,5 miliar, sedangkan sisanya akan dibagi merata kepada pemerintah setempat. Hal ini juga telah memperoleh persetujuan dari banyak pihak. Proyek MRT Keelung diloloskan hari ini, sehingga warga Keelung dapat dengan mudah menuju Kota Taipei untuk kemudian menaiki kereta HSR.”
Pembangunan MRT Keelung akan terbagi ke dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah pembangunan yang menghubungkan stasiun Nangang dengan Badu, yang memiliki panjang 16,05 kilometer dan 13 stasiun penghubung. Jalur ini akan mengambil mekanisme LRT, dengan total dana mencapai NT$ 42,5 miliar.
MRT Keelung akan dimulai dari stasiun Ba Du, melewati Liu Du dan Bai Fu She. Setelah melewati kawasan Xizhi, MRT Keelung akan terintegrasi dengan Jalur Xidong melalui stasiun Zhangshuwan. Salah satu destinasi akhir dari jalur ini akan terhubung dengan kawasan Dong Hu dan tujuan lainnya akan berakhir di Nangang.
Menurut rencana Kementerian Perhubungan (MOTC), pengerjaan MRT Keelung akan segera memasuki tahap “Analisis Dampak Lingkungan Hidup” yang diperkirakan akan memakan waktu selama satu tahun. Proyek pembangunan MRT Keelung diharapkan dapat rampung pada bulan April 2032 mendatang.
PM Su Tseng-chang menambahkan, setelah proyek MRT Keelung diloloskan, maka MOTC dapat segera menyelesaikan persetujuan untuk pengerjaan MRT jalur Xidong. Menteri MOTC - Wang Kwo-tsai (王國材) menyampaikan, sungai Keelung di kawasan utara Taiwan adalah wilayah yang paling menjanjikan. Namun, di kawasan ini mayoritas diduduki oleh lahan peti kemas atau bangunan tua, dengan demikian MOTC akan segera mengucurkan dana subsidi untuk pembangunan stasiun di area Qiu, Badu dan Baochangkeng.