(Taiwan, ROC) --- Wadah pemikir The Heritage Foundation yang berbasis di Washington merilis laporan “Indeks Kebebasan Ekonomi” pada tanggal 14 Februari 2022 kemarin. Untuk pertama kalinya, Taiwan berhasil masuk dalam peringkat 10 besar, yakni urutan ke 6 untuk kategori dunia dan urutan ke 3 untuk kawasan Asia-Pasifik, dengan skor rata-rata 20, yang mana ini melebihi perolehan rata-rata global.
Wadah pemikir The Heritage Foundation merilis laporan “Indeks Kebebasan Ekonomi” untuk periode tahun 2022, dengan menyertakan 184 negara di dunia. Kali ini, Taiwan berhasil menduduki peringkat 6, dengan skor 80,1, yang mana angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 78.6.
Untuk pertama kalinya, Taiwan berhasil melampaui ambang batas dengan poin 80, dan masuk dalam kategori negara dengan nilai kebebasan terbaik.
10 negara yang berada di posisi teratas diduduki oleh Singapura, Swiss, Irlandia, Selandia Baru, Luksemburg, Taiwan, Estonia, Belanda, Finlandia, dan Denmark. Untuk kawasan Asia-Pasifik, Taiwan berhasil menduduki peringkat 3. Bahkan beberapa negara dunia yang memiliki pertahanan ekonomi kuat tidak memiliki peringkat sebaik Taiwan, misal Korea Selatan, Jepang dan RRT.
Korea Selatan berada di peringkat 19 dunia dan berhasil masuk dalam kategori “Mostly Free”, sedangkan Jepang harus puas berada di urutan 35 masuk dalam kategori “Moderately Free”.
Republik Rakyat Tiongkok berada di kategori “Repressed”, dengan urutan 158. Secara keseluruhan, rata-rata indeks kebebasan ekonomi global pada tahun 2022 berada di kisaran 60 poin, atau turun 1.6 poin dari tahun sebelumnya. Untuk nilai rata-rata di kawasan Indo Pasifik berada di angka 58.5 poin.
Wadah pemikir The Heritage Foundation telah menerbitkan Indeks Kebebasan Ekonomi semenjak tahun 1995. Penilaian didasarkan pada kebijakan serta situasi setiap negara, dengan berdasar pada 4 standar penilaian, meliputi aturan hukum, kapasitas pemerintah, standar efisiensi dan keterbukaan pasar.
Di samping itu, masih ada 12 sub-item yang masuk dalam kategori penilaian. Taiwan misalnya, berhasil memperoleh skor 80 di 8 kategori, meliputi kebebasan perdagangan, transaksi mandiri, kebebasan mata uang, hak milik dan lain-lain.
Namun demikian, untuk kategori kebebasan tenaga kerja dan kebebasan finansial, Taiwan hanya mencetak skor sebesar 68,7 dan 60.
Laporan tersebut juga memperlihatkan, bahwa selama 5 tahun belakangan, Taiwan telah menjadi salah satu dari sedikit negara di dunia dengan tingkat pertumbuhan dan kebebasan ekonomi yang meningkat secara signifikan. Taiwan berhasil mencetak nilai positif hampir di seluruh kategori. Untuk skor kebebasan ekonomi, Taiwan berhasil meningkat 3.6 poin dan untuk pertama kalinya masuk dalam kategori “bebas’ pada tahun ini.
Laporan tersebut juga merekomendasikan, jika Taiwan membuat kemajuan signifikan di sektor kebebasan komersial dan finansial, maka nilai skor kebebasan ekonomi Taiwan dapat mencetak angka yang lebih tinggi.