History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Larangan Impor Produk Fukushima Dicabut, MOFA: Taiwan Jepang Menandatangani MOU

  • 08 February, 2022
  • 尤繼富
Larangan Impor Produk Fukushima Dicabut, MOFA: Taiwan Jepang Menandatangani MOU
Larangan Impor Produk Fukushima Dicabut, MOFA: Taiwan Jepang Menandatangani MOU

(Taiwan, ROC) --- Yuan Eksekutif pada tanggal 8 Februari 2022 mengumumkan untuk mencabut larangan produk makanan dari 5 Prefektur Fukushima secara bersyarat. Anggota Yuan Eksekutif - Deng Chen-chung (鄧振中) mengatakan, nantinya Yuan Eksekutif akan mengumumkan prosedur relevan ke tengah masyarakat. Hal ini juga membuktikan bahwa Taiwan bersedia menerapkan langkah-langkah ekonomi perdagangan yang sesuai dengan norma-norma internasional.

Deng Chen-chung menambahkan, pencapaian di hari ini akan memberikan kontribusi besar bagi Taiwan untuk diterima dalam organisasi CPTPP.

Yuan Eksekutif menggelar konferensi pers bertajuk “Prosedur Pengendalian Impor Produk Pangan Jepang” pada Selasa pagi hari ini. Pertemuan pers ini dipimpin oleh Jubir Yuan Eksekutif - Lo Ping-cheng (羅秉成), serta dihadiri beberapa petinggi pemerintahan, meliputi Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan MOHW – Chen Shih-chung (陳時中), Menteri Perekonomian MOE – Wang Mei-hua (王美花), Menteri Luar Negeri MOFA – Joseph Wu (吳釗燮) dan Ketua Dewan Pertanian COA - Chen Chi-chung (陳吉仲).

Dalam pertemuan pers tersebut, Deng Chen-chung menyampaikan, pengumuman yang dirilis hari ini menjadi bukti bahwa Taiwan bersedia untuk mengatur kembali langkah-langkah ekonomi perdagangannya yang sesuai dengan norma-norma internasional. Dirinya juga berharap agar negara-negara lain di dunia dapat mendengar pemberitaan hari ini.

Singapura dan negara lainnya telah berulang kal menekankan bahwa anggota baru yang bersedia menerima standar yang diberlakukan, maka dipersilakan untuk bergabung dengan organisasi CPTPP.

Deng Chen-chung menerangkan, Singapura sempat mengujar bahwa polemik keanggotaan Taiwan dalam CPTPP secara politis sangat rumit. Setiap negara tentu memiliki pertimbangannya masing-masing. Inggris misalnya, memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan 9 dari 11 negara anggota, dan membutuhkan waktu hampir satu tahun untuk menuntaskan prosedur yang ada.

Dapat terlihat jika prosedur yang harus ditempuh untuk bergabung dengan organisasi CPTPP sangatlah panjang. Taiwan akan maju selangkah demi selangkah, dan pengumuman pada hari ini merupakan pencapaian yang sangat bermakna.

Lo Ping-cheng menambahkan, penyesuaian prosedur impor makanan dari Jepang akan membantu Taiwan untuk bergabung dengan CPTPP, yang mana ini juga menjadi salah satu persyaratan meski tidak mutlak. Jepang di lain pihak juga tidak mengutarakan persyaratan mereka dan menjadi salah satu pihak yang mendukung agar Taiwan segera diikutsertakan dalam CPTPP.

Deng Chen-chung mengatakan, saat ini CPTPP tengah disibukkan dengan proyek peninjauan keanggotaan Inggris. Inggris mulai mengajukan negosiasi untuk bergabung dengan CPTPP semenjak bulan Februari tahun lalu, dan masih berlangsung hingga hari ini. Diberitakan ada sekitar 10.000 topik yang harus dibahas, yang mana ini menjadi fokus dari kebanyakan negara saat ini.

Komentar

Terbarumore