(Taiwan, ROC) --- Biro Energi (BOE) yang berada di bawah naungan Kementerian Perekonomian bersama dengan Kantor Perwakilan Inggris di Taiwan menggelar “Lokakarya Energi Taiwan – Inggris” selama 3 hari semenjak tanggal 17 Januari 2022.
Pada hari pertama pelaksanaannya, lokakarya ini berfokus pada tren pengembangan tenaga angin lepas pantai terapung. BOE menyampaikan, penggunaan kincir angin akan secara bertahap dikembangkan di wilayah perairan dengan kedalaman di atas 50 meter pada tahun 2026 mendatang. BOE berharap agar dapat bekerja sama dengan Inggris, terutama dalam mengembangkan pasar tenaga angin lepas pantai di kawasan Asia-Pasifik.
Melalui siaran pers yang dirilis pada Senin malam (17/1), BOE menyampaikan, pada hari pertama pelaksanaannya, lokakarya ini dihadiri oleh Kepala Biro Energi dan Kepala Kantor Perwakilan Inggris di Taiwan – John Dennis.
Dalam pidatonya, John Dennis mengundang perwakilan pejabat, firma hukum dan pakar industri untuk bersama-sama mengomunikasikan tren pengembangan teknologi yang berkembang saat ini.
Di lain pihak, BOE menerangkan, guna menanggapi perubahan iklim dan konsensus global terhadap emisi nol karbon pada tahun 2025, maka Taiwan telah berkomitmen untuk menerapkan beberapa kebijakan, meliputi pengembangan energi nol karbon, mempromosikan PLT angin lepas pantai yang telah memasuki tahap tiga, membentuk tim diskusi membahas energi hidrogen dan bekerja sama dengan dunia untuk mengimplementasikan transformasi nol karbon.
Dalam pidatonya, Shi-Chern Yen (游振偉) menyampaikan, menanggapi implementasi pengembangan tenaga angin lepas pantai terapung, maka pemerintah Taiwan juga telah mendorong rantai pengembangan yang relevan, misal penempatan kincir angin yang secara bertahap memasuki perairan di atas kedalaman 50 meter pada tahun 2026. Para pengusaha yang terlibat juga berinisiatif untuk menyebarkan penempatan tenaga angin lepas pantai terapung yang ada.
Beliau meyakini bahwa proyek ini akan melahirkan banyak peluang kerja sama dengan pihak Inggris di masa mendatang, terutama dalam memperjuangkan pasar tenaga angin lepas pantai di kawasan Asia – Pasifik.
John Dennis menuturkan, proses transisi ke sektor perekonomian yang menitikberatkan penggunaan emisi nol karbon dan inovasi teknologi energi menjadi sangat penting untuk saat ini. Hal ini tidak hanya akan membantu mengurangi biaya penggunaan karbon, tetapi juga akan menjadi industri inovatif terdepan di dunia, serta pada saat yang sama dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dan peluang bisnis di sektor penghijauan.
Rangkaian seminar memberikan kesempatan yang sangat positif bagi Taiwan dan Inggris untuk berbagi akan ide serta pengalaman inovatif, dengan demikian dapat mempererat jalinan kemitraan kedua belah pihak di masa mendatang.
Pada hari pertama pelaksanaannya, lokakarya ini dilakukan secara tatap muka dan video, dengan berfokus pada tren pengembangan tenaga angin lepas pantai terapung, serta isu perihal fondasi dan masalah teknis yang relevan.
Beberapa pihak yang hadir dalam pertemuan kemarin, meliputi Profesor Chiang Mau-hsiung (江茂雄) dari Universitas Nasional Taiwan (NTU), Institut Penelitian Teknologi Industri (ITRI), konsultan Sinotech dan lainnya. Sesi kedua dan ketiga akan digelar melalui jaringan virtual pada hari ini (18/1) dan besok (19/1).