(Taiwan, ROC) -- Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) pada Kamis (6/1) mengumumkan, tingkat pertumbuhan tahunan CPI pada bulan Desember 2021 naik sebesar 2,62%, khususnya yang paling dirasakan oleh masyarakat, yakni biaya makan di luar naik sebesar 2.39%, menjadikannya sebagai kenaikan terbesar dalam 81 bulan terakhir. Komite Khusus DGBAS, Chao Zhi-hong (曹志弘) menunjukkan, harga Hot pot, dan sarapan pagi ala Tiongkok pada bulan Desember meningkat tajam, melebihi 4%. Dan kenaikan harga untuk kategori “Serbaneka” masih dalam skala 3%, namun tren kenaikan biaya makan di luar masih akan terus berlanjut untuk sementara waktu.
Menurut analisis Chao Zhi-hong (曹志弘), saat mengalami tekanan epidemi pada dua tahun yang lalu (2020), kenaikan biaya makan di luar tidak sampai 1%. Arus biaya makan di luar kali ini, selain karena adanya penyesuaian harga pada produk daging impor, melonjaknya permintaan juga memungkinkan produsen mempertimbangkan untuk membalikkan modal, “Namun bukan berarti semua produsen serentak menaikkan harga”. Dirinya menilai, arus kenaikan harga kali ini seharusnya lebih lambat daripada 2 arus sebelumnya, yakni pada tahun 2014, dan 2008. Ditambah dengan kembali stabilnya harga sayur-sayuran, diproyeksikan tingkat pertumbuhan pada kuartal kedua tahun ini akan terjadi konvergensi. Chao Zhi-hong (曹志弘) mengatakan, ”Produsen secara perlahan berada di tekanan untuk membalikkan modal, tetapi harga bahan baku internasional tidak terus meningkat, dan tidak setinggi pada tahun 1997, sehingga kenaikan biaya makan di luar akan melambat secara bertahap setelah kuartal pertama.”
Chao Zhi-hong (曹志弘) juga menyampaikan, setelah pemerintah menerapkan langkah-langkah pengendalian harga, beberapa produsen menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan tidak menaikkan harga sebelum Tahun Baru Imlek. Dengan kata lain, titik tinggi pengeluaran makanan mungkin akan turun setelah Tahun Baru Imlek, “Titik tertingginya di sekitar bulan Maret.”