(Taiwan, ROC) Menjelang tahun baru, angka pengiriman barang semakin meningkat, kemarin (22/12) Institut Penelitian Kesehatan Hewan (AHRI) saat melakukan inspeksi di kantor pos cabang Tainan mendapati paket pengiriman barang asal Thailand dengan isi sosis daging babi, setelah diperiksa di laboratorium ditemukan ada kandungan asam nukleat asfivirus (flu babi Afrika). Ketua Dewan Pertanian (COA) Chen Chi-chung (陳吉仲) pada hari Kamis ini (23/12) saat sidang interpelasi komite ekonomi perdagangan menyampaikan, terbukti benar hasil pemeriksaan produk daging babi asal Thailand mengandung reaksi positif asam nukleat asfivirus, sementara Thailand tidak memberikan laporan kepada Organisasi Kesehatan Hewan Dunia, untuk didata sebagai kawasan terinfeksi, namun pihak Taiwan pada tahun 2019 sebelumnya telah mengkonfirmasikan Thailand termasuk sebagai kawasan yang rentan dengan virus ini, maka setiap perbatasan dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, mencakup barang bawaan penumpang.
Berkaitan dengan paket pengiriman apakah juga menjadi celah pencegahan wabah, Chen Chih-chung menekankan, akan memobilisasi antar departemen, terutama untuk bagian paket pengiriman untuk mengoptimalkan tindakan pencegahan wabah.
Ketua COA Chen Chih-chung juga mengimbau kepada konsumen, menjelang tahun baru, tidak membeli produk kandungan daging dari kawasan rentan wabah, lalu dikirim melalui pos, seperti sosis, ham, apabila produk ini membawa virus asfivirus maka dipastikan akan berimbas buruk pada peternakan Taiwan .