(Taiwan, ROC) - Jumlah pekerja cuti tanpa tanggungan di Taiwan bertambah 1.650 orang pada minggu kedua Oktober, pada prinsipnya disebabkan dampak pandemi Covid-19 pada industri transportasi, pergudangan dan layanan pendukung, demikian berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) pada hari Senin.
Data MOL menunjukkan, per 18 Oktober, pekerja yang diliburkan tanpa upah meningkat dari 27.050 pada catatan sebelumnya menjadi 28.700 orang, sementara jumlah pemberi kerja yang menerapkan program cuti tanpa tanggungan bertambah 126 menjadi 3.047.
Menurut Direktur Departemen Persyaratan Ketenagakerjaan MOL Lee Yi-hsuan (李怡萱), peningkatan jumlah pekerja cuti tanpa tanggungan kali ini adalah konsekuens dari diteruskannya pengendalian perbatasan yang telah memengaruhi industri transportasi, pergudangan dan layanan pendukung.
Lee Yi-hsuan mengatakan, “Kali ini kita bisa lihat ada industri transportasi, pergudangan dan layanan pendukung, termasuk maskapai penerbangan dan agen perjalanan. Akibat terus berlanjutnya pengendalian perbatasan negara, industri-industri ini telah meneruskan pelaksanaan kebijakan cuti tanpa tanggungan bagi para pegawainya.”
Sekedar informasi, program cuti tanpa tanggungan yang diadopsi di sebagian besar perusahaan biasanya berlangsung kurang dari tiga bulan, dan karyawan biasanya mengambil lima sampai delapan hari cuti tanpa upah per bulan.
Sementara itu, dampak terhadap industri makanan dan minuman (mamin) masih dirasakan, tapi di bawah stimulasi peredaran Kupon Revitalisasi, Lee cukup optimistik terhadap prospek kembali naiknya kebutuhan domestik dalam beberapa bulan ke depan.