(Taiwan, ROC) -- Media melaporkan, Yuan Eksekutif mengangkat perihal penyesuaian gaji bagi tantara, pegawai negeri sipil (PNS) dan pengajar dengan kenaikan sebesar 3%. Terkait dengan hal ini Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) hari Selasa (31/8) mengemukakan, selama setahun lebih ini mendapat hantaman epidemi, tetapi pertumbuhan ekonomi Taiwan tetap terus menerobos rekor tertinggi yang baru, keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari sumbangsih tentara, PNS dan pengajar. Mengenai keputusan berapa tingkat kenaikannya, akan diumumkan ke publik.
Perdana Menteri Su Tsen-chang menginstruksikan kepada pelaksana personalia umum serta instansi terkait lainnya untuk sekali lagi mengevaluasi situasi dan kondisi perekonomian Taiwan secara keseluruhan dengan arahan pertimbangan menaikkan gaji militer, PNS dan pengajar. Media melaporkan bahwa sebenarnya pemerintah berkeinginan menaikkan gaji militer, PNS dan pengajar sebesar 5%, tetapi sehubungan dengan epidemi maka diputuskan untuk mengubah menjadi 3%, dengan demikian tambahan biaya kenaikan gaji ini sekitar NT$20 milyar.
Perdana Menteri Su Tseng-chang ketika menerima wawancara saat melakukan inspeksi proses pengiriman kargo melalui Pelabuhan Taipei menyampaikan, pencegahan epidemi dalam negeri Taiwan dilakukan dengan baik, tingkat pertumbuhan ekonomi mengores angka tertinggi dalam 11 tahun, hal ini tidak terlepas dari kontribusi yang diberikan oleh militer, PNS dan pengajar, untuk itulah mengapa melakukan penyesuaian gaji mereka, setelah memastikan maka ia akan memberikan laporan pada masyarakat umum.
Perdana Menteri Su Tseng-chang mengatakan, “Pencegahan epidemi yang dilakukan oleh Taiwan begitu baik, perekonomian juga sangat baik, mencatat rekor tertinggi dalam 11 tahun, tentu hal ini tidak terlepas dari jerih payah militer, pegawai negeri sipil dan pengajar, untuk itu mengapa tidak melakukan penyesuaian. Setelah memastikan tingkat penyesuaian dan lainnya maka akan memberikan laporan pada masyarakat umum.”
PM Su Tseng-chang juga mengungkapkan, keberhasilan pertumbuhan ekonomi harus dibagikan dan dirasakan oleh seluruh rakyat, salah satu caranya adalah pembagian kupon revitalisasi 5 lipat, sedangkan penyesuaian upah minimum juga dapat membantu tenaga kerja secara nyata. PM Su telah meminta Kementerian Ketenagakerjaan untuk memberikan data informasi yang diperlukan agar komite pengawas upah minimum dapat memastikan kesulitan tenaga kerja. Perdana Menteri Su menegaskan, epidemi menghantam industri dalam negeri, pada penyesuaian gaji tenaga kerja juga harus mempertimbangkan beban yang ditanggung oleh majikan.
Selain itu, tersiar kabar bahwa registrasi kupon revitalisasi 5 kali lipat yang sebenarnya direncanakan pada akhir September mungkin akan dimajukan waktunya menjadi sebelum liburan festival pertengahan musim gugur. Perdana Menteri Su Tseng-chang juga membeberkan, semua pihak mengharapkan kupon revitalisasi 5 kali lipat, banyak pengusaha yang memberikan tambahan diskon dan lainnya. Sehubungan dengan begitu antusiasnya masyarakat untuk itu pemerintah mempercepat proses agar dapat membagikannya lebih awal.