History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kesenjangan Pendapatan Taiwan Melebar di tengah Pandemi Covid-19

  • 23 August, 2021
  • 陳志勇
Kesenjangan Pendapatan Taiwan Melebar di tengah Pandemi Covid-19
Kesenjangan Pendapatan Taiwan Melebar di tenga Pandemi Covid-19

(Taiwan, ROC) - Pandemi Covid-19 telah mengubah gaya hidup masyarakat Taiwan secara dramatis dan telah menyebabkan peningkatan tajam ketimpangan pendapatan, demikian berdasarkan Survei Pendapatan dan Pengeluaran Rumah Tangga 2020 yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi dan Statistik (DGBAS), Minggu, 22 Agustus.

Menurut survei tersebut, sejak pertama kali dikonfirmasi menyebar ke Taiwan pada Januari tahun lalu, Covid-19 telah mengganggu operasi manufaktur, mendampak kepercayaan konsumen dan memukul industri jasa, sementara tabungan rumah tangga rata-rata tumbuh dengan rekor tahunan 14,8% menjadi NT$265.000, dan kesenjangan pendapatan antara rumah tangga kaya dan miskin terus melebar.

Pada tahun 2020, ketimpangan pendapatan di Taiwan adalah yang tertinggi dalam delapan tahun, dengan 20% rumah tangga teratas berpenghasilan 6,13 kali lipat dari 20% terbawah, jelas DGBAS.

Kepala DGBAS Chu Tzer-ming (朱澤民) mengaitkan peningkatan tajam ketimpangan pendapatan dengan kenyataan banyaknya karyawan kurang beruntung yang terpukul lebih keras oleh kelesuan ekonomi akibat pandemi, terutama banyak dari mereka yang diminta untuk mengambil cuti tanpa tanggungan.

Sementara itu, survei DGBAS menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran rumah tangga di Taiwan mencatat penurunan tahunan 1,7% pada tahun 2020 menjadi NT$815.000, mencatat skala penurunan terbesar dalam sejarah.

Dachrahn Wu (吳大任), Direktur Pusat Penelitian untuk Pengembangan Ekonomi Taiwan di National Chengchi University, mengatakan ancaman varian baru Covid-19 mungkin berdampak pada pasar dan lapangan kerja Taiwan tahun ini, yang akan selanjutnya meredupkan prospek mengecilnya ketimpangan pendapatan.

Wu menerangkan, dampak ekonomi dari wabah Covid-19 tahun ini lebih parah daripada 2020, ketika konsumsi melonjak pada paruh kedua setelah pemerintah memberlakukan sejumlah kebijakan revitalisasi dan melonggarkan beberapa pembatasan pencegahan pandemi; tapi kapasitas manufaktur dan ekspor Taiwan tumbuh tajam tahun ini, membawa manfaat bagi pemegang saham dan karyawan perusahaan di sektor manufaktur dan teknologi tinggi, namun sebagai perbandingan, karyawan di industri jasa mengalami penurunan pendapatan karena kehilangan pekerjaan atau cuti tanpa tanggungan.

Untuk itu, ada perlunya bagi pemerintah untuk memberikan lebih banyak bantuan kepada orang-orang yang kurang beruntung secara ekonomi dan sosial, yang terkena dampak wabah Covid-19, tegas Wu.

Komentar

Terbarumore