(Taiwan, ROC) - Jumlah pekerja cuti tanpa tanggungan di Taiwan bertambah 2.449 orang pada minggu kedua Agustus dari minggu sebelumnya, pada prinsipnya disebabkan dampak pada industri pariwisata dari pandemi Covid-19, demikian berdasarkan data yang dirilis Senin oleh Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) pada hari Senin, 16 Agustus.
Data MOL menunjukkan, per 15 Agustus, pekerja yang diliburkan tanpa upah meningkat dari 55.332 pada seminggu sebelumnya menjadi 57.781 orang, namun jumlah pemberi kerja yang menerapkan program cuti tanpa tanggungan bertambah 255 dari 4.447 menjadi 4.702.
Menurut Direktur Departemen Ketenagakerjaan MOL Huang Wei-chen (黃維琛), peningkatan jumlah pekerja cuti tanpa tanggungan pada pekan ini adalah konsekuens dari diberlakukannya libur tanpa gaji oleh sebuah agen tur pada 500 pegawainya, sementara situasi yang sama juga terjadi di beberapa hotel dan tempat penginapan lain di berbagai pelosok Taiwan.
Sekedar informasi, program cuti tanpa tanggungan yang diadopsi di sebagian besar perusahaan biasanya berlangsung kurang dari tiga bulan, dan karyawan biasanya mengambil lima sampai delapan hari cuti tanpa upah per bulan.