(Taiwan, ROC) - Jumlah pekerja cuti tanpa tanggungan di Taiwan berkurang 1.355 orang pada minggu pertama Agustus dari minggu sebelumnya, pada prinsipnya disebabkan peningkatan pekerjaan di sektor makanan dan minuman (mamin) dan grosir dan eceran sehubungan dengan pelonggaran pembatasan Covid-19, demikian berdasarkan data yang dirilis Senin oleh Kementerian Ketenagakerjaan (MOL).
Per 6 Agustus, pekerja yang diliburkan tanpa upah berkurang dari 56.687 pada seminggu sebelumnya menjadi 55.332 orang, namun jumlah pemberi kerja yang telah menerapkan program cuti tanpa tanggungan bertambah dari 4.388 menjadi 4.447, dan ini tidak termasuk sektor mamin dan akomodasi, di mana jumlah bisnis yang menerapkan cuti tanpa gaji turun sekitar 10% pada minggu pertama Agustus.
Menurut Direktur Departemen Ketenagakerjaan MOL Huang Wei-chen (黃維琛), mayoritas perusahaan yang memberlakukan liburan tanpa upah bagi pekerjanya berpusat di enam kotapraja khusus, termasuk Kota Taipei di mana jumlah total karyawan cuti mencapai 15.024 orang pada minggu pertama Agustus; dan sebagian besar perusahaan yang menerapkan program cuti adalah perusahaan kecil dengan tenaga kerja kurang dari 50 orang, tambah Huang.
Sekedar informasi, program cuti tanpa tanggungan yang diadopsi di sebagian besar perusahaan biasanya berlangsung kurang dari tiga bulan, dan karyawan biasanya mengambil lima sampai delapan hari cuti tanpa upah per bulan.