(Taiwan, ROC) -- Institut Penelitian Ekonomi Taiwan (TIER) pada 23 Juli 2021 mengumumkan prakiraan tingkat pertumbuhan ekonomi terbaru untuk tahun ini sebesar 5,40%, direvisi naik 0,37 poin dari prakiraan pada bulan April 2021.
Kepala TIER, Chang Chien-Yi (張建一) menyampaikan, pelonggaran penanganan pencegahan pandemi global secara bertahap akan membantu permintaan terminal terus meningkat. Alasan kali ini bisa direvisi adalah karena ekspor sangatlah kuat, “melebihi ekspetasi”. Dengan demikian, laju pertumbuhan ekspor diperkirakan mencapai 19,77%, 9,54 poin lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.
Selain didorong oleh ekspor, investasi dalam negeri juga meningkat secara signifikan. Investasi swasta karena kurangnya pasokan kapasitas produksi semikonduktor, menyebabkan pabrikan terkait pun telah memperluas investasinya, ditambah pengembalian investasi pengusaha Taiwan yang terus meningkat, tingkat pertumbuhan pembentukan modal tetap secara keseluruhan pada tahun 2021 diperkirakan mencapai 7,49%, 3,06 poin lebih tinggi dari prakiraan sebelumnya. Di antaranya, tingkat pertumbuhan investasi swasta adalah 8,80%, lebih tinggi 3,78 poin dibandingkan dengan prakiraan sebelumnya.
Namun, konsumsi swasta telah terganggu oleh epidemi di dalam negeri yang membatasi keinginan masyarakat untuk bepergian ke luar dan membatasi momentum pertumbuhan konsumsi swasta. Prakiraan tingkat pertumbuhan konsumsi swasta pada tahun 2021 adalah 2,84%, turun 1,51 poin dari perkiraan sebelumnya. Untungnya, baru-baru ini epidemi dalam negeri dapat dikendalikan secara bertahap, dan pertumbuhan konsumsi swasta paruh kedua tahun ini diperkirakan akan tumbuh stabil secara bertahap. Chang Chien-Yi (張建一) mengatakan, “Dengan ini saya laporkan kepada Anda semua, ini tidak mempertimbangkan langkah-langkah revitalisasi setelah penurunan tingkat kewaspadaan epidemi, dan pelonggaran di masa depan. Saya yakin langkah ini akan lebih kuat daripada tahun lalu, karena dampaknya terhadap Taiwan pada tahun ini jauh lebih besar daripada tahun lalu.”
TIER juga membeberkan, tahun ini masih terdapat sejumlah faktor tidak pasti yang berkemungkinan akan berdampak pada ekonomi Taiwan pada tahun 2021, termasuk kecepatan dan ketidakrataan vaksinasi global, yang ditakutkan dapat menjerumuskan ekonomi ke dalam siklus lockdown dan pelonggaran. Keabnormalan iklim juga turut menjadi ancaman dalam merusak kestabilan rantai pasokan, seperti banjir yang terjadi di Eropa Barat, hujan lebat di Zhengzhou, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), serta kekeringan di Brasil. Dan saat ini, laju pemulihan ekonomi di berbagai negara sangatlah berbeda, apabila Amerika Serikat (AS) dengan kinerja ekonominya yang kuat tiba-tiba mengetatkan kebijakan moneternya lebih awal, hal itu dapat menyebabkan situasi keuangan global pun turut mengetat dengan cepat.