(Taiwan, ROC) Kementerian Ketenagakerjaan pada hari Kamis ini (24/6) mengumumkan ada sejumlah 987 perusahaan yang menjalani negosiasi pengurangan jam kerja karena mendapat pengaruh ekonomi, jumlah karyawan mencapai 10.229 orang dibandingkan dengan periode sebelumnya terjadi penambahan 362 perusahaan, jumlah karyawan bertambah 3.846 orang.
Memperhatikan situasi karyawan menghadapi libur tanpa gaji, sebagian besar dialami oleh industri makanan minuman, ada penambahan lebih dari 1.900 orang, industri retail juga bertambah 615 orang. Direktur bagian standar ketenagakerjaan dan kesetaraan pekerjaan, Huang Wei-chen (黃維琛) mengulas, yang utama dikarenakan penerapan pencegahan epidemi siaga III nasional, mengimbau warga menghindari keluar rumah sehingga industri makanan minuman mendapat pukulan berat, untuk industri seperti toko buah tangan juga mendapat pengaruh. Huang mengatakan, “Dapat dilihat pada masa-masa ini dikarenakan pencegahan epidemi siaga III, mengharapkan warga tidak bepergian atau ke distrik lainnya apalagi berwisata, oleh karena itu industri penginapan sama sekali tidak dapat beroperasi, pemberi kerja dan karyawan wajib bernegosiasi, dan jumlah hari kerja lebih panjang.”
Huang mengatakan, kota New Taipei merupakan zona merah, kali ini penambahan personal dan perusahaan dari kawasan ini semakin banyak, semula 148 perusahaan 1.419 karyawan bertambah menjadi 256 perusahaan, 2.512 karyawan, kemudian Yilan sebagai lokasi wisata juga mendapat pukulan keras, hasil pendataan semula 7 perusahaan 82 karyawan bertambah menjadi 40 perusahaan 914 orang, terjadi penambahan 10 kali lipat.