(Taiwan, ROC) --- Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) hari ini (8/6) mengumumkan data statistik terbaru perihal jumlah perusahaan yang menerapkan kebijakan pengurangan jam kerja (cuti tanpa gaji) mencapai angka 467, dengan total karyawan mencapai 5.065 orang. Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, jumlah perusahaan yang menerapkan ketetapan ini bertambah sebanyak 22, dengan jumlah karyawan yang meningkat sebanyak 940 orang.
Menilik data yang tercatat pada akhir bulan Juni tahun lalu, jumlah karyawan yang terpaksa diminta untuk mengambil cuti tanpa mendapat bayaran gaji, mencapai angka 30.000 orang. Angka ini diketahui pun terus menurun, hingga bulan Mei 2021 di mana kondisi pandemi dalam negeri kian memanas.
Jumlah warga yang harus libur tanpa gaji pun meningkat, seiring dengan menghangatnya situasi penularan COVID-19 di Taiwan. Pada bulan Mei 2021 lalu, angka ini berada di kisaran 3000 hingga 4000, yang mana ini merupakan peningkatan keempat berturut-turut, dengan jumlah yang telah mencapai titik tertinggi terbaru semenjak 8 Januari 2021.
Salah seorang pejabat MOL, Wang Chin-jung (王金蓉) mengatakan, “Penerapan ketetapan pengurangan jam kerja masih harus melewati proses negosiasi dengan manajemen tenaga kerja. Tidak lama, epidemi pun memanas, jadi mungkin saat ini masih banyak karyawan yang tengah menjalankan proses negosiasi. Dan sekarang, anggaran bantuan yang diberikan pemerintah juga mulai berdatangan. Faktor-faktor ini tentu akan mempengaruhi hasil negosiasi.”
Yang patut menjadi perhatian adalah, sektor agen perjalanan wisata, serta industri transportasi yang mengalami dampak paling parah pada tahun lalu, kini pun perlahan membaik. Wang Chin-jung menganalisis, hingga saat ini hanya tersisa satu maskapai penerbangan asing yang masih menerapkan kebijakan pengurangan jam kerja. Hal ini mencerminkan, jika bantuan yang dikerahkan oleh Kementerian Perhubungan memiliki dampak yang cukup signifikan.
Namun demikian, jumlah karyawan di sektor akomodasi dan katering yang menjalankan kebijakan di atas mengalami peningkatan yang signifikan, dengan jumlah mencapai 41 perusahaan dan 495 karyawan. Atau dengan kata lain meningkat dari periode sebelumnya, yakni 15 perusahaan dan 222 karyawan.