History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

New York Times: Xi Jin-ping Pertimbangkan Penyatuan Taiwan dapat Menghancurkan TSMC

  • 08 June, 2021
  • 尤繼富
New York Times: Xi Jin-ping Pertimbangkan Penyatuan Taiwan dapat Menghancurkan TSMC
New York Times: Xi Jin-ping Pertimbangkan Penyatuan Taiwan dapat Menghancurkan TSMC

(Taiwan, ROC) -- Media New York Times tanggal 7 Juni melaporkan, intelijen Amerika Serikat menilai bahwa Sekjen Partai Komunis Daratan Tiongkok, Xi Jin-ping memiliki pertimbangan terhadap penyatuan Taiwan dengan kekuatan senjata, salah satu alasannya adalah kekhawatiran penggunaan kekuatan senjata dapat menghancurkan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) yang menjadi lini produksi OEM wafer chip global, yang mana ini juga akan merusak rencana pengembangan teknologi Daratan Tiongkok sendiri.

Dewan Federal akan melakukan pengambilan suara rancangan undang-undang terkait produksi secara besar-besaran pada pekan ini. Di bawah ancaman persaingan dari Daratan Tiongkok, legislator Partai Demokrat dan Partai Republik berharap dapat mendukung pemerintah federal dalam mengalokasikan dana anggaran untuk memberikan dukungan bagi industri swasta, guna memperkuat keunggulan industri dan teknologi Amerika Serikat sendiri di mana semikonduktor merupakan salah satu industri yang diharapkan bisa mendapat fasilitas menguntungkan. RUU ini mencakup penyediaan subsidi bagi industri semikonduktor sebesar US$52 milyar, selain dana subsidi sebesar US$195 milyar sebagai investasi penelitian dan pengembangan teknologi. Perencanaan dana subsidi semikonduktor adalah untuk meningkatkan kemampuan produksi dari industri semikonduktor Amerika Serikat dan menarik perusahaan asing terkemuka mendirikan pabrik wafer di Amerika Serikat.

Dengan keagresifan Amerika Serikat, TSMC mengumumkan pendirian pabriknya dengan dana sebesar US$12 milyar di Arizona pada tahun 2020 lalu. Dalam laporan menuliskan, TSMC adalah sebuah pengecualian karena TSMC memasok sebagian produknya ke Daratan Tiongkok sementara produksen lainnya memasok produknya ke Eropa dan Amerika Serikat. Dunia luar khawatir Xi Jin-ping kemungkinan mengerahkan kekuatan senjata menyerang Taiwan, dan TSMC menjadi bagian yang diperjuangkan Amerika Serikat dan Daratan Tingkok.

Intelijen Amerika Serikat beranggapan, Xi Jin-ping memiliki pertimbangan dalam melakukan kekuatan senjata penyatuan Taiwan, sebagian penyebabnya adalah kekhawatirannya akan menghancurkan lini produksi TSMC yang nantinya akan merusak rencara pengembangan teknologi telekomunikasi dan militer Daratan Tiongkok. Pelaporan dari seorang intelijen menyampaikan, hal ini terlalu “berisiko tinggi” bagi Xi Jin-ping.

Selain pengusaha asing yang berinvestasi di Amerika Serikat, perusahaan semikonduktor seperti Intel, Micron Technologi dan Texas Instruments serta lainnya juga mungkin mendapat manfaat dari kebijakan ini. Namun pemerintah Amerika Serikat harus menunggu sampat kongres meloloskan RUU baru dapat memastikan pengalokasian dana anggaran.

Kongres AS sendiri baru dapat memutuskan kebijakan ini paling cepat tanggal 8 Juni, secara umumnya diperkirakan akan dapat diloloskan dengan suara cukup tinggi, membuktikan kalau persaingan di bidang bisnis dan militer antara Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok sudah menjadi bagian kecil dalam pengambilan konsensus dari kedua partai di Amerika Serikat. Sementara mayoritas senator yang dipimpin oleh Chuck Schumer mengajukan RUU terkait ketenagakerjaan, tetapi proses pembahasan dalam rapat kerap menjadi perang dingin, anggota parlemen lainnya juga memperingatkan, apabila Amerika Serikat tidak bertindak maka akan menjadi bahaya karena terlalu mengandalkan lawan geopolitik.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden pekan lalu menandatangani instruksi perluasan larangan bagi perorangan atau perusahaan Amerika Serikat untuk berinvestasi perusahaan yang menjadi bagian mendukung militer atau perusahaan dengan penindasan etnis dan agama yang didanai Daratan Tiongkok, hal ini mungkin juga membatasi perdagangan ekonomi antara Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok.

Komentar

Terbarumore