History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jajak Pendapat: 74% Pelaku Usaha Mendapat Pukulan Telak Akibat Pandemi COVID-19

  • 29 May, 2021
  • 譚雲福
Jajak Pendapat: 74% Pelaku Usaha Mendapat Pukulan Telak Akibat Pandemi COVID-19
Jajak Pendapat: 74% Pelaku Usaha Mendapat Pukulan Telak Akibat Pandemi COVID-19

(Taiwan, ROC) – Kota Taipei dan New Taipei mengumumkan pemberlakuan larangan makan dan minum di tempat (dalam restoran) kemudian diikuti dengan kota Keelung, mengimbau agar pembeli menggunakan cara bawa pulang (Take away) atau delivery. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh industri katering teknologi cerdas iCHEF, pada pekan pertama sejak ditingkatkannya kewaspadaan pencegahan epidemi ke level 3 dibandingkan dengan rata-rata penjualan harian selama April. Nilai penjualan dari seluruh usaha makanan dan minuman di Taiwan mengalami penurunan sebanyak 74%.

Guna meneliti pengaruh epidemi COVID-19 terhadap usaha tata boga, iCHEF melalui  data dari sistem yang ada meneliti penjualan selama periode sejak diumumkannya pemberlakuan kewaspadaan pencegahan epidemi tingkat ketiga yaitu dari tanggal 17 Mei hingga 23 Mei 2021 dari 7 ribu lebih restoran yang ada di seluruh Taiwan untuk dibandingkan dengan penjualan selama April, selain itu juga membandingkan dan situasi pengaruh terhadap usaha penjualan makanan dan minuman di Singapura semasa lockdown (7 April – 1 Juni 2020).

Survei memperlihatkan, nilai penjualan makanan dan minuman di Singapura mengalami penurunan sebesar 60% pada pekan pertama diberlakukan lockdown, Taiwan yang baru beberapa waktu ini mengalami fluktuasi dapat menggunakan contoh pengalaman Singapura sebagai referensi.

Penelitian membeberkan, setelah Singapura memberlakukan lockdown pada tahun lalu, usaha makanan dan minuman selama 2 pekan pertama mengalami penurunan 60%, baru kemudian perlahan-lahan memulih dan hingga pekan ke-6 baru menurunan berkisar 45%, berarti penurunan baru terhenti sesudah 3 pekan setelah lockdown berakhir. Selain itu selama masa lockdown, pemerintah Singapura juga langsung memberlakukan berbagai kebijakan terkait bantuan dan subsidi bagi usaha makanan dan minuman, seperti subsidi delivery, subsidi bagi pebisnis makanan yang bergabung dalam platform cerdas layanan pemesanan online, subsidi gaji mereka yang bekerja di bidang tata boga dan lain sebagainya.

iCHEF menyampaikan, pada saat demi tindakan pencegahan epidemi sehingga konsumen tidak lagi ke luar rumah, maka restoran dan toko-toko penjual makanan tidak dapat menarik perhatian konsumen yang lewat, pada saat ini WhatsApp dan LINE dan lainnya berperan sebagai dewa penolong, menjadi media dalam memberikan pelayanan dan berkomunikasi dengan pelanggan. Apabila restoran dapat secara aktif mempromosikan makanan atau memberikan potongan harga selama masa pencegahan epidemi, maka pelanggan dapat mempertimbangkannya saat bersiap kembali dapat keluar rumah, dengan demikian penjual bisa mengurangi ketergantungan mereka pada platform layanan pengiriman.

Komentar

Terbarumore