(Taiwan, ROC) -- Epidemi COVID-19 di Taiwan memanas yang mana ini juga mengacaukan pasar tenaga kerja. Survei bank tenaga kerja mendapatkan, permintaan untuk tenaga kerja online berkurang 1% dibandingkan dengan masa sebelum memanasnya epidemi, tetapi kebutuhan pekerjaan yang disampaikan langsung oleh tenaga kerja juga mengalami penurunan sebesar 5,6%, hal ini memperlihatkan pencari kerja lebih konservatif untuk saat ini. Bank Tenagar Kerja menyarankan untuk memasuki pasar saat masa krisis tenaga kerja, biasanya bisa mendapatkan gaji yang lebih tinggi apabila sebelum lulus sudah aktif melamar kerja, “Peluang bagi mereka yang baru lulus semakin besar ketika pencari kerja lainnya ragu untuk memasukki pasar tenaga kerja.”
Pandemi COVID-19 Taiwan memanas pada Mei ini, banyak perusahaan yang mengubah cara kerja menjadi WFH, hal ini memengaruhi lowongan kerja juga keinginan mencari kerja dari pekerja kantoran.
Bank Tenaga Kerja 104 menyampaikan, permintaan tenaga kerja untuk pekerjaan online berkurang dibandingkan dengan masa di mana epidemi belum memanas, berkurang 1% dalam seminggu, sedangakan pencari kerja yang melamar kerja untuk perusahaan online juga berkurang 4%. Jumlah peluang pekerja secara keseluruhan berada di atas standar aman, mengores rekor tinggi baru dalam sejarah, tetapi di sisi pekerja juga lebih bersikap konservatif, jumlah pencari kerja aktif berkurang 5,6% untuk kurun waktu seminggu terakhir ini.
Manajer Bank Tenaga Kerja 104, Huang Yu-chun (黃于純) mengemukakan, para pengusaha sibuk untuk kembali menerapkan pencegahan epidemi pada minggu pertama meledaknya penularan domestik, seiring dengan ditingkatnya level kewaspadaan mempengaruhi pasar kerja secara signifikan, seperti perusahaan mengimbau pekerjanya untuk mengunakan cuti tahunan lebih awal, atau menerapkan pengurangan jam kerja dan lainnya. Namun Huang Yu-chun juga mendorong para calon lulusan sekolah untuk memasuki pasar tenaga kerja 2 pekan sebelum kelulusannya, saat di mana pekerja lainnya ragu-ragu maka semakin besar peluang bagi tenaga kerja baru lulus.
Juru bicara Bank Tenaga Kerja Yes123 online, Yang Zhong-bin (楊宗斌) juga menyampaikan, agresif melamar kerja sebelum lulus biasanya lebih memiliki kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi. Yang Zhong-bin (楊宗斌) mengatakan,“Mereka yang sudah mulai aktif melamar kerja sebelum lulus sekolah memilki peluang sekitar 70% di mana perusahaan akan menawarkan gaji awal yang lebih tinggi, banakan mendapatkan gaji yang lebih tinggi sekitar 8,5% dibandingkan dengan mereka yang belakangan baru mengajukan lamaran kerja.”
Yang Zhong-bin juga mengemukakan, tidak sedikit perusahaan yang memberikan pelatihan tenaga kerjanya pada tahun ini, apalagi digitalisasi akan menjadi trend transformasi di masa mendatang, generasi muda sekarang ini memiliki pemikiran baru dalam konsep pemasaran dan pengoperasian, ini pula yang menjadikan mereka sebagai incaran target perusahaan dalam perekrutan tenaga kerjanya.