(Taiwan, ROC) --- Pandemi COVID-19 telah berimbas buruk pada sektor tenaga kerja, terutama Pekerja Migran Asing (PMA). Jumlah PMA yang masuk ke Taiwan diberitakan menurun secara signifikan. Namun, di lain pihak jumlah PMA sektor informal (Asisten Rumah Tangga/ART dan perawat) yang pindah ke sektor formal diberitakan meningkat.
Saat ditemui hari ini, Menteri Ketenagakerjaan Hsu Ming-chun (許銘春) menyampaikan, bagi PMA sektor informal yang telah genap bekerja 3 tahun, tidak dibatasi untuk pindah ke sektor formal.
Jumlah PMA informal yang belum genap bekerja 3 tahun lalu pindah ke sektor formal pada tahun lalu, hanya berjumlah sekitar 200 orang. Tetapi angka ini meningkat pesat pada tahun 2021. Dari bulan Januari hingga Maret 2021, jumlah PMI informal yang pindah ke sektor formal telah meningkat menjadi 1.023 orang.
Ada kelompok majikan yang melaporkan, bahkan ada PMI Informal yang terkesan sengaja “malas-malasan”, dengan tujuan untuk pindah ke sektor formal. Beberapa majikan mengaku bahwa mereka terkadang dipaksa untuk menandatangani surat perpindahan PMA.
Menteri Hsu Ming-chun menekankan, bagi PMA informal yang belum finis kontrak pertama dan ingin pindah majikan, maka akan diprioritaskan untuk pindah disektor yang sama, tidak seharusnya pindah ke sektor lainnya (formal).
Hsu Ming-chun mengatakan, “Bukannya tidak mengizinkan Anda untuk pindah (sektor), tetapi Anda harus menyelesaikan kontrak sebagai PMA informal terlebih dahulu. Saya paham jika PMA memiliki hak mereka masing-masing, tetapi juga sudah sepatutnya jika mereka terlebih dahulu menyelesaikan kontrak pertama mereka sebagai PMA formal, sebelum pindah ke sektor lainnya.”
Menteri Hsu Ming-chun menambahkan, pada tanggal 13 Mei pihaknya akan mengundang asosiasi PMA, majikan, kelompok sosial dan cendekiawan untuk hadir dalam pertemuan, guna mendiskusikan standar yang ada, sehingga hak dari masing-masing pihak dapat terjamin.