History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Lampu Merah Iklim Ekonomi Februari Kembali Menyala Pakar: Harus Mulai Perhatikan Kencenderungan “Terlalu” Panas

  • 27 March, 2021
  • 譚雲福
Lampu Merah Iklim Ekonomi Februari Kembali Menyala  Pakar: Harus Mulai Perhatikan Kencenderungan “Terlalu” Panas
Lampu Merah Iklim Ekonomi Februari Kembali Menyala Pakar: Harus Mulai Perhatikan Kencenderungan “Terlalu” Panas

(Taiwan, ROC) – Dewan Pembangunan Nasional (NDC) mengumumkan lampu sinyal warna merah iklim ekonomi Februari, setelah 10 tahun lebih kembali mewakili iklim “panas”, tetapi CEO Institut Penelitian Yuanta-Polaris, Liang Kuo-yuan mengingatkan, seharusnya mulai mengamati data yang relevan untuk memeriksa apakah iklim tersebut telah muncul tanda-tanda overheating, dan menghadapi lima masalah kekurangan dalam iklim ekonomi yang memanas.

Indeks gabungan iklim ekonomi pada Februari naik menjadi 40 poin, bertambah 3 poin dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga melampaui perubahan sinyal lampu. Dari sinyal lampu yang menunjukkan “cenderung panas” warna kuning merah pada satu bulan sebelumnya menjadi sinyal lampu warna merah yang menandakan “panas”, ini merupakan pertama kali lampu sinyal warna merah kembali menyala setelah September 2010.

Liang Kuo-yuan, CEO Institut Penelitian Yuanta-Polaris menyatakan, lampu sinyal warna merah merupakan indek yang menandakan ekonomi yang panas, tetapi indikator kuncinya adalah kesenjangan produk yang diekspor. Berdasarkan Yuanta-Polaris, Taiwan telah mengalami kekurangan produk ekspor sehingga harus mulai memperhatikan apakah terdapat tanda-tanda yang memperlihatkan kecenderungan terlalu memanasnya iklim ekonomi yang ada.

Liang Kuo-yuan mengingatkan, ketika harga barang sudah mengalami sedikit kenaikkan, sementara perekonomian semakin membaik, dan kesenjangan ekspor semakin tinggi, hal ini menunjukkan kecenderungan terlalu memanasnya iklim ekonomi. Meskipun Taiwan adalah sistem perekonomian terbuka kecil, kebijakan tingkat suku bunga harus mempertimbangkan kebijakan perekonomian internasional, tetapi kita sudah harus mulai memperhatikan apakah tingkat suku bunga Taiwan terus mempertahakan tingkat yang lebih rendah dari standar yang ada.

Selain itu, Liang Kuo-yuan menegaskan, arus kembali pulang pengusaha dan investor Taiwan selama 2 tahun belakangan ini, bidang elektronik mendapat imbas positif dari ekonomi perumahan selama masa pandemi sejak tahun lalu, unsur-unsur ini yang semakin memperkuat gelombang peningkatan ekonomi. Di bawah situasi adanya keterbatasan sumber investasi di Taiwan kemudian tiba-tiba iklim ekonomi menjadi begitu baik sehingga kendala kekurangan air, listrik, lahan tanah, tenaga kerja dan keprofesionalan pekerja semakin terlihat jelas.

Beberapa hari ini masalah situasi persediaan air semakin memuncak, Liang Kuo-yuan membeberkan, industri teknologi tinggi seperti elektronik dan lainnya memberikan kontribusi yang sangat besar bagi Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Taiwan, begitu masalah kekurangan air semakin parah maka ini mempengharuhi industri-industri tersebut yang tentu akan menghantam perekonomian Taiwan.

Komentar

Terbarumore