(Taiwan, ROC) Guna mengatasi hantaman wabah COVID-19, pemerintah Amerika Serikat terus mencetak uang sehingga nilai tukar dollar Amerika melemah, beberapa waktu ini nilai tukar mata uang Taiwan (NTD) terhadap US$ sebesar NT$28,1. Ada pakar ekonomi yang memperkirakan, kemungkinan US$ akan mengalami kemerosotan 20 – 30%. Wakil Kepala Bank Sentral, Yen Zhong-da hari ini (23/12) dalam rapat interpelasi komite keuangan di Yuan Legislatif mengemukakan, fluktuasi mata uang Amerika cukup besar yang tentu ini membuat bank sentral khawatir, tetapi apabila US$ melemah maka perlahan-lahan juga akan melakukan penyesuaian.
Kepala Bank Sentral, Yen Zhong-da mengatakan, “Ada orang memperkirakan dollar Amerika masih akan melemah 10% lagi, bahkan hingga 20–30%?), memang ada penyesuaian, seharugsnya juga akan perlahan-lahan melakukan penyesuaian. Pasar keuangan internasional memang mengikuti situasi dari berbagai negara dan pasar saham berbagai negara juga mengalami fluktuasi. Lebih kecil jauh dari awal tahun ini.”
Mata uang Amerika Serikat melemah 0,4 terhadap dollar Taiwan (NT$) pada hari ini (23/12) Lay Shyh-bao menyampaikan, Amerika Serikat berupaya keras untuk mengatasinya, dan dana penangganan sebesar US$1 triliun dolar akan segera dikucurkan belum lagi terlalu banyak dana global, ditambah dengan beberapa negara memiliki suku bunga minus. Untuk itu apa yang harus dilakukan para pensiunan yang hidup mereka bergantung pada bunga bank?
Yen Zhong-ta menyampaikan, memang benar kebanyakan kebijakan QE negara-negara utama menyebabkan banyak dana global yang mengalir ke pasar negera-negara berkembang, hal ini juga menjadi perhatian bank sentral.