History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pengurangan Pajak Pendapatan PM: Hasil Pertumbuhan Ekonomi Dibagikan Kepada Semua Rakyat

  • 18 December, 2020
  • 陳柏萇
Pengurangan Pajak Pendapatan   PM: Hasil Pertumbuhan Ekonomi Dibagikan Kepada Semua Rakyat
行政院長蘇貞昌(圖)在立法院受訪

(Taiwan, ROC) -- Kementerian Keuangan beberapa hari lalu mengumumkan bahwa biaya hidup dasar per orang pada tahun 2020, menjadi NT$ 182.000, naik sebesar NT$ 7000 jika dibandingkan dengan tahun lalu yakni NT$ 175.000, merupakan kenaikan paling besar dalam sejarah, yang akan menguntungkan sebanyak 2,05 juta rumah tangga pada saat pengajuan laporan pajak pada bulan Mei tahun depan (2021). Menurut perhitungan percobaan yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan, satu keluarga yang beranggotakan empat orang dengan pendapatan tahunan yang sama, dihitung dengan tarif pajak yang berlaku sebesar 5%, pajak penghasilan tahun depan berkurang sebanyak NT$ 1.400.

Terkait perihal pengurangan pajak tersebut, Perdana Menteri, Su Tseng-chang (蘇貞昌) dalam sebuah wawancara saat menghadiri rapat Yuan Legislatif pada hari Jumat (18 Desember) mengemukakan, Taiwan telah berhasil dalam pencegahan epidemi, di saat bersamaan karena penanganan ekonominya, Taiwan merupakan salah satu dari sedikit negara di dunia yang perekonomiannya dapat terus tumbuh. Pemerintah secara khusus ingin membagikan hasil buah manis ini kepada seluruh masyarakat.

Su Tseng-chang (蘇貞昌) mengatakan, “Tahun depan tidak hanya akan ada kenaikan gaji pokok saja, selain itu juga metode pengurangan pajak agar seluruh komponen bangsa dapat menikmati hasil ekonomi yang dihasilkan oleh kerja keras semuanya, dan berharap rakyat Taiwan dapat terus bekerja keras agar perekonomian Taiwan dapat lebih baik lagi.”

Selain itu, beberapa laporan media yang memberitakan, pemberitahuan dari komunitas pengusaha Taiwan di Daratan Tiongkok perihal “Larangan memakai kata-kata ‘Pneunomia Wuhan’ dalam laporan tes asam nukleat (PCR)”. Penumpang yang ingin melakukan penerbangan lintas selat harus menyerahkan laporan PCR dalam waktu 72 jam terakhir, jika di dalam laporan tersebut muncul kata-kata “Pneunomia Wuhan”, maka akan dianggap tidak sah. Beberapa pengusaha Taiwan khawatir jika kata “Pneunomia Wuhan” muncul dalam laporan PCR Taiwan, maka mereka tidak dapat melakukan perjalanan ke lintas selat. Maka dari itu, PM Su Tseng-chang menuturkan, pemerintah Taiwan sangat mementingkan inspeksi ilmiah dan perihal penggunaan kata-kata juga akan menghormati permintaan negara yang terkait, sehingga memudahkan orang-orang untuk bepergian.

Komentar

Terbarumore