(Taiwan, ROC) Kemenkeu AS kemarin (16/12) memberikan laporan nilai tukar mata uang, selain melaporkan Vietnam dan Swiss menjadi currency manipulator; 10 kawasan ekonomi yang tercatat dalam daftar pemantauan diantaranya Taiwan, RRT, Jepang, Thailand dan India, Taiwan kembali masuk dalam daftar pemantauan.
Menko Wang Mei-hua(王美花) pada hari Kamis ini (17/12) saat sidang interpelasi menyampaikan, Taiwan akan termasuk dalam daftar, faktor utamanya karena diantara 3 item ada 2 item yang terpenuhi, mencakup surplus perdagangan dengan AS melampaui 20 milyar USD, surplus untuk neraca transaksi berjalan (current account) lebih dari 2% dari produk domestik bruto, tetapi pihak kami selama 6 bulan ini tidak melakukan intervensi nilai tukar sepihak, lagipula pembelian valas bersih mencapai lebih dari 2% dari produk domestik bruto, hal ini cukup mengkhawatirkan.
Menko Wang Mei-hua berterus terang, pada tahun ini ekspor terhadap AS sangat besar, akumulasi hingga bulan Oktober, surplus perdagangan telah melampaui dari 20 milyar USD, selanjutnya berbagai pihak akan memikirkan keseimbangan perdagangan yang akan diterapkan.
Menko Wang Mei-hua mengatakan, “Tahun ini dikarenakan ada pengaruh dari pandemic, produk yang berkaitan mencakup semikonduktor, produk informasi komunikasi terhadap ekspor AS malah terjadi penambahan, nilai surplus pada bulan Oktober melebihi dari 20 milyar USD, selanjutnya bagaimana pihak kami menerapkan keseimbangan perdagangan dengan pihak AS, berbagai pihak akan terus mengupayakan, kami akan menginventarisir mekanisme relevan yang ada.”
Wakil Gubernur Bank Sentral Yen Tzung-ta(嚴宗大) mengatakan, laporan valas yang disampaikan oleh AS mempertimbangkan keuntungan ekonomi sendiri, tetapi Taiwan juga memiliki kepentingan sendiri, maka Bank Sentral juga akan mengupayakan agar dapat menjaga nilai kurs TWD yang stabil. Yen Tzung-ta pada hari Kamis ini (17/12) saat sidang interpelasi komite keuangan, ia menyampaikan, sepanjang sejarah 3 kali Taiwan tercantum dalam daftar pemantauan negara currency manipulator, kali ini kembali tercatat dalam daftar ini yang menjadi cerminan perubahan situasi internasional, dengan factor utama perdagangan Taiwan terhadap AS mencatat nilai surplus, di tengah-tengah ini ada pergesekan perdagangan antara AS-RRT yang memengaruhi banyak hal termasuk rantai pasokan.
Yen Tzung-ta(嚴宗大) mengatakan, pihak kami akan berkomunikasi dengan Kemenkeu AS, menekan bahwa ada perselisihan dari standar mereka, Yen mengatakan, ada beberapa negara yang tercantum dalam daftar ini, tetapi semakin banyak negara yang menghadapi kondisi demikian, laporan nilai kurs yang disampaikan AS pada dasarnya hanya mengutamakan kepentingan ekonomi pribadinya saja.