(Taiwan, ROC) – Pihak DGBAS Yuan Eksekutif pada hari Jumat tanggal 27 November menyampaikan bahwa kondisi kwartal ke tiga yang ada saat ini, maka dapat diprediksikan jika pertumbuhan ekonomi Taiwan akan dapat dikoreksi menjadi naik 2,54%, atau mengalami penambahan sebanyak 0,98 dibandingkan hasil prediksi sebelumnya. Angka ini menyebutkan jika kondisi perekonomian Taiwan, tidak hanya lebih baik dari Hong Kong, Jepang, Korea dan Singapura, namun bahkan melampaui persentase pertumbuhan ekonomi yang dicapai oleh Daratan Tiongkok. Sementara untuk tahun depan, karena masih dipengaruhi oleh kondisi tahun ini, maka persentase pertumbuhan ekonomi Taiwan dikoreksi sedikit menurun menjadi 3,83%.
Untuk kwartal pertama dan kedua, persentase pertumbuhan ekonomi Taiwan masing-masing adalah 2,51% dan 0,35%, dan melakukan revisi perbaikan untuk kwartal ke dua, dari yang minus menjadi plus, sementara untuk kwartal ke tiga dinaikkan menjadi 3,92%, dimana yang sebelumnya hanya diprediksi berada pada 3,33%, bertambah 0,59%. Angka ini menjadi angka tertinggi untuk kwartal ke dua sejak tahun 2015. Sementara untuk kwartal ke empat, diprediksi akan mampu mencapai 3,28%, sehingga secara keseluruhan, persentase pertumbuhan ekonomi tahunan mampu bertahan pada angka 2,54%, dan angka ini naik 0,98% jika dibandingkan dengan hasil prediksi sebelumnya.
Pihak DGBAS menganalisa seiring dengan diluncurkannya sistem jaringan 5G, pasar online dan kebutuhan konsumen yang semuanya dilakukan dengan sistem jarak jauh, maka jumlah hasil ekspor kwartal ke tiga khusus produk untuk Amerika, bertambah sebanyak 6,01%. Di bawah pengaruh yang diberikan pada kwartal ke tiga, maka kondisi perekonomian Taiwan, tidak saja lebih baik dari kondisi Hong Kong, Jepang, Korea dan Singapura, bahkan lebih baik dari perekonomian Daratan Tiongkok, yang mana hal ini jarang terjadi. Pihak DGBAS menyebutkan jika kondisi pertumbuhan perekonomian untuk Daratan Tiongkok pada tahun ini hanya sekitar 2% saja.
Untuk kondisi perekonomian tahun depan, karena masih dipengaruhi dengan kondisi tahun ini, maka pertumbuhan ekonomi tahun depan akan direvisi menurun sebanyak 0,09% menjadi 3,83%. Sementara untuk jumlah GDP tahun depan akan mampu mendobrak angka US$ 30.000 per orang, ditambah lagi dengan Gross National Income, maka pemasukan rata-rata setiap orang akan mencapai angka US$ 30.827. Hal ini karena dipengaruhi oleh nilai tukar valas yang ada, dimana mata uang dolar Taiwan menguat, namun jika mata uang dolar Amerika menguat, angka GNI juga akan mengalami penurunan.